TERASJABAR.ID – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bahwa penanganan dampak bencana tidak hanya berfokus pada pemulihan kesehatan fisik, tetapi juga mencakup pemulihan kesehatan jiwa masyarakat terdampak.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa banyak korban bencana, terutama anak-anak, mengalami trauma akibat kehilangan anggota keluarga maupun tempat tinggal.
Untuk itu, Kemenkes mengerahkan relawan psikolog klinis ke wilayah terdampak sebagai bagian dari layanan kesehatan terpadu.
“Yang kita beresin bukan hanya kesehatan fisik, tapi juga kesehatan jiwanya,” ujar Menkes dalam Konferensi Pers Update Penanganan Bencana Sumatra di Grha BNPB, Jakarta.
Dalam setiap pengiriman relawan kesehatan, Kemenkes turut menyertakan sekitar 30 hingga 35 psikolog klinis yang bertugas memberikan pendampingan psikososial.
Para psikolog melaksanakan berbagai kegiatan pemulihan mental, seperti bercerita, bermain, dan aktivitas interaktif lainnya, khususnya bagi anak-anak di lokasi pengungsian, agar kembali merasa aman dan nyaman.
Menkes menilai pendekatan tersebut penting untuk mencegah trauma berkepanjangan pada korban bencana karena tidak semua dampak bencana bersifat fisik.

















