Isra Miraj dalam tafsir semiotika bukan sekadar kisah perjalanan, melainkan narasi yang menyingkap pelbagai lapisan makna dan tanda(la-ayah).
Ia adalah tanda tentang keterhubungan manusia dengan yang ilahi, kode tentang legitimasi kenabian Muhammad, dan simbol tentang perjalanan spiritual umat manusia.
Dalam konteks kontemporer, ketika informasi dan pengetahuan diproduksi secara masif oleh teknologi digital dan kecerdasan buatan(AI), membaca Isra Miraj dengan pendekatan semiotika mengingatkan kita bahwa tidak semua pengetahuan dapat direduksi oleh rasio.
Ada ruang transendensi, ada simbol yang melampaui logika, dan ada tanda yang hanya bisa dipahami melalui iman dan pengalaman spiritual. (Hati pensa)
coverlagu:
Sholawat Rasulullah SAW versi Maher Zain bersama Mohamed Tarek dirilis sekitar tahun 2021, dan menjadi salah satu lagu religi populer yang memadukan nuansa musik modern dengan syair sholawat penuh makna spiritual.













