TERASJABAR.ID – Super flu merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan infeksi influenza dengan gejala yang lebih berat dan durasi lebih lama dibandingkan flu biasa.
Kondisi ini ditandai dengan keluhan yang muncul secara tiba-tiba, terasa lebih intens, dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dalam waktu yang lebih panjang.
Meski lebih berisiko terjadi pada orang dengan daya tahan tubuh lemah, super flu juga dapat dialami oleh individu yang sebelumnya sehat.
Pada kasus tertentu, proses pemulihan bisa berlangsung lebih lama dan memerlukan perhatian khusus untuk mencegah komplikasi.
Super flu disebabkan oleh virus influenza, terutama tipe A, yang dalam beberapa laporan dikaitkan dengan varian A(H3N2) subclade K.
Varian ini dikenal memiliki tingkat penularan yang tinggi dan berperan dalam meningkatnya kasus flu musiman.
Di Indonesia, kasus super flu sempat dilaporkan meningkat, meski belakangan menunjukkan tren penurunan. Kendati demikian, kewaspadaan tetap diperlukan.
Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko super flu, seperti daya tahan tubuh menurun akibat stres, kelelahan, atau penyakit kronis, paparan langsung dengan penderita flu, kurangnya kebiasaan hidup bersih, serta termasuk dalam kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
Gejala super flu umumnya meliputi demam tinggi, nyeri otot dan sendi hebat, sakit kepala berat, batuk berkepanjangan, pilek parah, kelelahan ekstrem, hingga gangguan pencernaan pada sebagian penderita.
Kondisi ini berisiko menimbulkan komplikasi, terutama pada kelompok rentan.
Penanganan super flu meliputi istirahat cukup, menjaga asupan cairan, mengonsumsi obat sesuai anjuran, memenuhi kebutuhan nutrisi, serta membatasi aktivitas untuk mencegah penularan.
Jika muncul gejala berat seperti sesak napas atau penurunan kesadaran, segera cari pertolongan medis.-***












