Selain sektor pangan, pemerintah juga terus mendorong percepatan hilirisasi pertanian, khususnya dalam pengembangan energi terbarukan berbasis biofuel. Salah satu langkah strategis yang tengah dijalankan adalah implementasi biodiesel B50.
“Ini bagian dari upaya kita menuju kemandirian energi. Tahun ini kita tidak impor solar karena sudah digantikan biofuel dari sawit,” tegasnya.
Senada, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan tren peningkatan stok masih terus berlanjut. Saat ini, stok beras telah mencapai 4,3 juta ton dan ditargetkan meningkat menjadi 4,5 juta ton pada akhir bulan.
“Penyerapannya juga sangat tinggi. Dari Januari hingga Maret sudah mencapai 1,3 juta ton. Ini tertinggi sepanjang sejarah, belum pernah terjadi sebelumnya dalam periode tiga bulan,” jelasnya.
Ke depan, pemerintah juga menargetkan pengembangan bioetanol melalui program E20, yaitu campuran 20 persen etanol dalam bensin yang bersumber dari komoditas pertanian seperti jagung, ubi, dan tebu. Program ini diharapkan menjadi lompatan besar dalam mewujudkan kemandirian energi nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Kepala Badan Pengelola BUMN, Tedi Bharata, menegaskan bahwa BUMN akan menjadi motor penggerak dalam mendukung transformasi sektor pangan dan energi melalui penguatan kolaborasi dengan Kementerian Pertanian.
“BUMN siap mengoptimalkan potensi yang ada untuk memastikan Indonesia semakin mandiri dan mampu menghadapi tantangan global,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menyampaikan bahwa Indonesia saat ini telah mencapai swasembada pada sejumlah komoditas strategis, termasuk beras dan jagung untuk pakan, serta surplus pada komoditas ayam dan telur.

















