Diharapkan melalui program ini dapat menjadi angin segar karena target SPHP jagung di tahun 2026 meningkat drastis hingga hampir lima kali lipat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Adapun penyaluran SPHP jagung tahun 2025 berada di angka 51,2 ribu ton yang menyasar ke 3.578 peternak ayam ras petelur di 17 provinsi.
Program SPHP jagung sendiri dinilai dapat membantu peternak layer mandiri memperoleh pakan dengan harga yang lebih terjangkau. Program ini dapat menjadi penopang kestabilan harga telur ayam dan daging ayam ras karena jagung termasuk sumber pakan ternak unggas yang banyak digunakan di Indonesia.
Terpisah, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta agar harga daging ayam ras dan telur ayam ras tidak ada kenaikan. Ini karena kedua komoditas tersebut telah surplus secara nasional. Produksi dalam negeri mampu penuhi kebutuhan konsumsi rakyat Indonesia.
“Daging ayam dan telur ayam, tidak boleh naik. Kita surplus. Tidak ada alasan naik. Kita sekarang sudah swasembada 9 komoditas. Termasuk telur dan daging ayam, kita sudah swasembada,” kata Amran saat di acara Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional di Jakarta (13/2/2026).***

















