TERASJABAR.ID – Kehadiran Sekolah Rakyat di Kabupaten Kuningan bukan sekadar wacana, melainkan rencana konkret yang akan dieksekusi tahun ini. Ia menyebut program ini sebagai “miniatur pengentasan kemiskinan terpadu” yang didamba-dambakan masyarakat prasejahtera. Hal itu dikatakan Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar selepas mengikuti acara peresmian 166 Sekolah Rakyat meliputi 34 Provinsi oleh Presiden RI Prabowo di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa (13/]1/2026).
Insyaallah pembangunan Sekolah Rakyat akan segera terlaksana di Kabupaten Kuningan pada tahun ini,” ujar Bupati Dian.
Konsep Presiden Prabowo sangat luar biasa karena menyentuh akar masalah kemiskinan melalui pendidikan. Di Kuningan, sekolah ini nantinya akan mengadopsi sistem “boarding school” (asrama) dengan fasilitas super lengkap.
“Ini konsep sekolah yang didambakan oleh keluarga miskin. Mereka diberikan fasilitas asrama, peralatan lengkap, hingga seragam yang 100 persen ditanggung pemerintah. Terima kasih Bapak Presiden dan jajaran kementerian terkait atas kepercayaan ini,” imbuhnya.
Senada dengan arahan Presiden, Bupati Dian menilai program ini lahir dari “panggilan hati”, bukan sekadar kewajiban birokrasi. Sekolah Rakyat di Kuningan nantinya akan mengikuti standar nasional yang dilaporkan Pak Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), yakni menyasar anak-anak dari keluarga sektor informal seperti buruh dan tani.
“Kami ingin menghadirkan ruang belajar yang memberi harapan baru. Seperti pesan Bapak Presiden, pembangunan tidak hanya soal angka pertumbuhan ekonomi, tapi soal pemerataan dan keadilan bagi seluruh rakyat, termasuk warga Kuningan,” ungkapnya.
Fasilitas yang disiapkan mencakup asrama dengan pengasuhan penuh, makan bergizi gratis tiga kali sehari, layanan kesehatan, hingga perangkat teknologi seperti laptop. Dengan target nasional pembangunan 500 sekolah hingga 2029, Kuningan kini bersiap menjadi salah satu garda terdepan yang merealisasikan visi besar tersebut di Jawa Barat.

















