Sementara perbedaannya dalam pemahanan spiritual bangsa Timur berbeda dengan cara pandang bangsa Barat yang justru melakukan pencarian ke luar dari dirinya sendiri Sedangkan bangsa Timur — setidaknya demikian pandangan dan pemahaman Sri Eko Sriyanto Galgendu yang telah ditambahkan oleh para tokoh agama dj Indonesia sebagai Pemimpin Spiritual Nusantara — pengembaraan spiritual bangsa Timur justru masuk ke kedalaman batin yang berada di dalam diri sendiri. Karena itu, spiritualitas bangsa Timur tampak jelas nenyelam dalam pada kedalaman batin, jiwa
atau ruh, namun bangsa Barat mencari kedalaman pengalaman spiritual ke ujung bumi yang lebih terkesan material, bukan spiritual.
Boleh jadi perbedaan pemahaman dan kesadaran spiritual bangsa Timur yang berbeda dengan pemahaman dan kesadaran bangsa Barat tentang spiritualitas ini pun bisa saja merupakan bagian dari kidrat dan iradat yang menjadi rahasia dari Tuhan, seperti menciptakan iklim di Timur yang berbeda dengan iklim di Barat. Artinya, sebagai iradat — kehendak atau keputusan Tuhan — sekaligus untuk meyakinkan manusia terhadap kekuasaan Tuhan yang tidak terbatas dalam mengatur jagat raya dan isinya ini. Karena dalam konteks spiritual bangsa Timur, iradat — sebagai ketetapan dari Tuhan untuk manusia — dapat dipahami sebagai pertanda bahwa manusia sejenius apapun tidak mungkin mampu untuk menyetarakan dirinya dengan Tuhan. Kendati Tuhan itu sendiri ada di dalam diri semua manusia yang ada.
Banten, 4 Januari 2026










