Stasiun Sukabumi mencatat 264.001 penumpang pada 2020, 144.780 pada 2021, kemudian meningkat menjadi 425.289 pada 2022, 674.483 pada 2023, 733.345 pada 2024, dan mencapai 768.461 penumpang pada 2025.
Tren ini menunjukkan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api sebagai moda transportasi utama.
Sejalan dengan itu, volume pengguna Commuter Line di Stasiun Bogor juga tumbuh signifikan, dari 7,74 juta pengguna pada 2020 menjadi 18,20 juta pengguna pada 2025.
Arus ini memperkuat peran Bogor sebagai gerbang konektivitas Sukabumi, sekaligus menunjukkan keterkaitan antara prasarana yang memadai dan layanan yang terintegrasi dalam satu sistem transportasi.
Anne menegaskan bahwa keterhubungan antardaerah melalui kereta api menghasilkan efek berganda bagi wilayah.
Akses yang semakin baik mendorong mobilitas tenaga kerja, penguatan aktivitas usaha mikro dan kecil, peningkatan pergerakan pelajar, serta pengembangan pariwisata daerah.
Seluruh manfaat tersebut hanya dapat dicapai apabila prasarana yang disiapkan pemerintah dan layanan yang dioperasikan KAI berjalan selaras.
“Wilayah yang terhubung dengan baik akan berkembang lebih cepat. Dukungan pemerintah terhadap prasarana dan peran KAI sebagai operator menjadikan kereta api sebagai pengungkit pembangunan wilayah yang berkelanjutan,” tutup Anne.***
















