Sinergi antara Kemenhub dan Kepolisian diwujudkan melalui koordinasi pengendalian arus, pengawasan operasional, dan pengamanan di titik-titik rawan kemacetan maupun kecelakaan.
Kolaborasi ini memastikan kebijakan transportasi berjalan efektif dengan dukungan pengaturan lapangan yang responsif.
Kemenhub juga menerapkan rencana operasi berbasis digital dalam pemantauan Angkutan Lebaran.
Pemantauan dilakukan melalui pelaporan simpul dan jaringan transportasi, surveillance pergerakan sarana, live streaming drone, pantauan kecelakaan, layanan pengaduan masyarakat, hingga informasi sebaran fasilitas pendukung secara kolaboratif antar lembaga.
Sistem pemantauan tersebut diperkuat dengan informasi cuaca dan peringatan dini serta pengawasan melalui ribuan CCTV yang bekerja sama dengan berbagai pihak.
“Secara total ada 7.159 titik pantauan CCTV, kita bekerjasama dengan BUMN dan swasta. Pemantauan juga meliputi Cuaca dan Peringatan Dini dari BMKG. Digitalisasi ini memungkinkan pengambilan keputusan secara cepat dan akurat dalam mengendalikan pergerakan transportasi nasional,” tutur Menhub.
Turut hadir dalam rapat ini Menko PMK Pratikno, Menko Polkam Djamari Chaniago, Menteri PU Dody Hanggodo, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Agus
Subiyanto, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Basarnas Muhammad Syafii, Kepala BMKG, Kepala Bapanas Andi Imran Sulaiman, Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri, Dirut Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono, Dirut Jasa Raharja Muhammad Awaluddin serta para Pimpinan Tinggi Kementerian dan Lembaga lainnya.***


















