TERASJABAR.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mempererat kebersamaan dengan para ulama dan tokoh masyarakat melalui kegiatan Silaturahmi Ulama dan Umaro Kota Bandung dalam rangka menyambut Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Kota Bandung, Jumat (13/03/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan para tokoh agama dalam mendukung pembangunan Kota Bandung, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga dalam pembentukan karakter masyarakat.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, kolaborasi antara ulama dan umaro memiliki peran strategis dalam menjaga serta membangun Kota Bandung secara menyeluruh.
Menurutnya, silaturahmi ini menjadi ruang untuk saling mengingatkan dan memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Bandung sebagai kota yang unggul, terbuka, amanah, maju, dan agamis.
“Kita bisa melihat para ulama dan umaro di Kota Bandung saling bergandengan tangan, duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi untuk menjaga Kota Bandung agar menjadi kota yang unggul, terbuka, amanah, maju, dan agamis,” ujarnya.
Farhan juga mengajak para ulama, pengasuh pesantren, serta pembina majelis taklim untuk ikut memakmurkan Masjid Agung Bandung melalui berbagai kegiatan kajian keagamaan.
Ia menuturkan, Masjid Agung Bandung merupakan masjid wakaf yang menjadi milik seluruh umat Islam di Kota Bandung sehingga perlu dimakmurkan bersama oleh masyarakat.
“Silakan majelis taklim dan pesantren membuat kegiatan kajian di Masjid Agung. Ketika masjidnya makmur, maka pemerintah juga akan lebih mudah memperhatikan berbagai perbaikan fasilitas di sekitarnya,” kata Farhan.
Pada kesempatan tersebut, Farhan juga menyoroti pentingnya peran ulama dalam membantu pemerintah membangun karakter masyarakat, khususnya generasi muda.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bandung, ribuan pelajar di Kota Bandung tercatat mengalami gangguan kesehatan mental dengan berbagai tingkatan. Karena itu, peran ulama dan tokoh agama dinilai sangat penting dalam memperkuat pembinaan moral dan karakter di tengah masyarakat.
“Interaksi antara ulama dan pemerintah ini menjadi pengingat bagi kami agar tidak berjalan sendiri. Ada kepentingan umat yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Sementara itu, panitia melaporkan kegiatan silaturahmi ini diikuti sekitar 1.250 peserta yang terdiri dari unsur umaro, seperti jajaran Forkopimda Kota Bandung, pimpinan perangkat daerah, serta jajaran Kementerian Agama.
Adapun dari unsur ulama, peserta berasal dari para ketua organisasi kemasyarakatan Islam se-Kota Bandung, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.
Melalui kegiatan ini diharapkan hubungan antara ulama dan umaro di Kota Bandung semakin erat sehingga mampu memperkuat kebersamaan dalam membangun Kota Bandung yang unggul, terbuka, amanah, maju, dan agamis
ADVERTISEMENT
















