Adapun sesuai surat Perum Bulog kepada Bapanas diajukan permohonan penugasan ekspor CBP dengan skema Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) haji tahun 2026.
Warkat tersebut juga telah berdasarkan surat Kementerian Haji dan Umrah mengenai kebutuhan beras untuk jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.
Kebutuhan untuk Beras Haji Nusantara tersebut untuk memenuhi jumlah jemaah total 205.420 orang. Dengan asumsi konsumsi 170 gram nasi per orang per hari maka membutuhkan 2.280 ton beras.
Standar kualitas beras yang ditetapkan adalah beras premium dengan pecahan 5 persen.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menuturkan langkah pemerintah ini merupakan bagian peneguhan harga diri bangsa Indonesia. Indonesia tidak boleh bergantung pada negara lain, termasuk soal beras untuk jemaah haji.
“Haji tahun 2026 ini diperintahkan wajib menggunakan beras nasional, beras Indonesia yang selama ini jemaah haji itu menggunakan beras dari Vietnam dan Thailand. Ini bukan masalah harga, tapi masalahnya adalah harga diri bangsa Indonesia,” ucap Rizal.
“Harga diri bangsa Indonesia. Bagaimana tidak, jemaah kita kan Indonesia yang berhaji kesana paling banyak. Kenapa harus pakai beras Vietnam sama beras Thailand? (Jadi) harus beras Indonesia sendiri,” tegasnya.
Rizal mengatakan pihaknya memastikan menyediakan Beras Haji Nusantara yang diolah dari Gabah Kering Panen (GKP) yang segar dan baru panen. Ia mematok target pada minggu ketiga Februari ini, pengiriman telah dapat dimulai.
















