Timnas Indonesia memulai laga dengan formasi 4-3-3 di bawah arahan Kluivert, namun cepat kehilangan kendali.
Australia unggul cepat melalui penalti Martin Boyle (menit 18), disusul gol Nishan Velupillay (menit 20) dan Jackson Irvine (menit 34), menutup babak pertama dengan skor 3-0.
- Pastikan Bandung Segera Pulih, Farhan Apresiasi Dukungan Forkopimda dan Pemprov Jabar
- Jam Tangan Pintar, Huawei Ungguli Apple untuk Pertama Kali
- Pemkot Bandung Segera Rumuskan Perbaikan Gedung Cagar Budaya Dampak Unjuk Rasa
- 5 Kg Hanya Rp 60.000! Warga Cibeunying Kidul Antusias Ikut Program Beras Murah
- YOGYA MEMBARA! Sri Sultan Hamengku Buwono X Turun Langsung Redakan Aksi di Mapolda DIY
Babak kedua tak banyak berubah; Lewis Miller (menit 61) dan Irvine lagi (menit 89) memperlebar keunggulan, sementara gol hiburan Indonesia dicetak Ole Romeny pada menit 77. Pertahanan Indonesia yang rapuh dan serangan yang tak efektif menjadi sorotan utama.
Shin Tae-yong, yang dikenal dengan pendekatan taktik bertahan disiplin dan serangan balik cepat, mungkin menyaksikan kelemahan yang sama sekali berbeda dari filosofinya. Formasi menyerang Kluivert gagal dijalankan, dan lini belakang tampak kewalahan menghadapi intensitas Australia.