TERASJABAR.ID – Manajer Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menghadapi awal yang sulit dalam peran barunya di Bernabeu, baik di lapangan maupun di internal klub.
Setelah tersingkir dari Copa del Rey oleh Albacete di laga pertamanya dan gagal melaju dari delapan besar Liga Champions, Arbeloa berhasil memperkecil jarak poin dengan Barcelona di La Liga menjadi satu angka.
Laporan awal pekan ini menyebutkan bahwa Arbeloa mulai memperbaiki suasana di ruang ganti, meredakan ketegangan yang muncul selama era Xabi Alonso.
Klub menilai pergantian manajer sebagai langkah yang tepat.
Arbeloa berusaha dekat dengan para pemain, bahkan dianggap beberapa pihak terlalu berlebihan untuk membangun kedekatan tersebut.
Namun, sejumlah keputusan taktisnya mengejutkan pemain.
Saat kalah 4-2 dari Benfica, beberapa pemain terkejut karena Dani Ceballos tetap di bangku cadangan, sementara talenta Castilla, Jorge Cestero, baru dimainkan di menit akhir.
Masalah ini memunculkan diskusi panjang antara Arbeloa dan skuad, yang sempat menunda konferensi pers pasca-kemenangan 2-1 atas Rayo Vallecano.
Ruang ganti kini menilai Arbeloa lebih seperti manajer sementara, bukan solusi jangka panjang.
Dengan masa dua pekan tanpa pertandingan, Arbeloa dan pelatih kebugaran Antonio Pintus memiliki kesempatan untuk menerapkan perubahan.
Tanpa perbaikan signifikan, posisi Arbeloa diprediksi akan semakin rapuh.-***














