Pada 5-6 Februari 2026, Dirjen IKMA mengunjungi sejumlah perusahaan IKM drone binaan Ditjen IKMA di Yogyakarta.
Perusahaan tersebut antara lain CV AMX UAV Technologies, PT Inderaja Teknik Indonesia, PT Karya Solusi Angkasa, PT Aerotek Global Inovasi, dan PT Inovasi Solusi Transportasi Indonesia.
“Kemenperin berupaya untuk mengakselerasi startup ini sebagai penyedia solusi teknologi bagi industri dan masyarakat. Produk mereka, baik pesawat nirawak maupun perangkat lunaknya harus bisa diimplementasikan oleh pelaku industri secara langsung, termasuk yang masih berskala IKM,” ujar Reni.
Adapun pembinaan yang telah dilakukan Ditjen IKMA melalui Direktorat IKM Logam, Mesin, Elektronik, dan Alat Angkut bagi IKM layanan drone, antara lain berupa Penyelenggaraan Startup for Industry (Tech Link – Investmen Summit dan Pendampingan) pada tahun 2023 – 2024; Pendampingan sertifikasi TKDN 2024; serta fasilitasi SNI ISO 9001 pada 2024.
Selanjutnya, Pameran MFI (Manufacturing Indonesia Series) tahun 2024; fasilitasi pada gelaran TechPlanter bersama Leave a Nest Jepang tahun 2024.
Selain itu, IKM drone juga difasilitasi dalam Pameran Gebyar IKMA tahun 2024; serta keikutsertaan pada China-BRICS Science and Innovation Incubation Park tahun 2025.
“Dengan pembinaan tersebut, IKM drone semakin terekspos di ekosistem industri yang lebih luas, dapat berjejaring dan menjalin potensi kolaborasi baru dengan pelaku industri, institusi pendidikan, serta mitra strategis yang relevan dengan pengembangan solusi yang dikembangkan oleh IKM,” tegas Reni.
Direktur IKM LMEAA Dini Hanggandari menambahkan, IKM drone yang mendapatkan fasilitasi mengikuti sejumlah pameran dari Kemenperin, juga berkesempatan berinteraksi langsung dengan pengunjung pameran untuk mendapatkan masukan, kebutuhan riil industri, serta peluang penerapan teknologi di sektor manufaktur dan IKM.
















