TERASJABAR.ID – Sudah 3 tahun lebih, wacana pembangunan Masjid Besar Cileunyi, Kab. Bandung, disampaikan ke publik. Tapi ternyata, hingga saat ini belum ada tanda-tanda yang menggembirakan. Bagaimana tidak, anggaran untuk pembelian lahan di Jalan Percobaan, Desa Cileunyi Kulon, Rp 20 miliar saja, dari donasi selama tiga tahun, baru terpumpul Rp 500,7 juta.
Saat ini, panitia pembangunan Masjid Besar Ciileunyi, termasuk pihak terkait lainnya, harus putar otak agar bisa memperoleh lahan pemerintah. Sebab, jika harus membeli lahan Rp 20 miliar, dinilai amat memberatkan.
“Ya, betul, kami kini membidik lahan milik pemerintah untuk Masjid Besar Cileunyi. Tadi pagi kami survey lahan eks Transmigrasi Provinsi Jabar di Desa Cinunuk,” kata Camat Cileunyi, Cucu Endang, Rabu (21/1/2025).
Didampingi Kasi Sosbud Kecamatan, Gumilar, Cucu Endang yang juga ketua panitia pembangunan Masjid Besar Cileunyi mengatakan, survey tanah tersebut bersama panitia, unsur Forkopimcam, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Bandung dan Kades Cinunuk, Edi Juarsa.
“Ini survey ulang dan hasilnya akan diusulkan oleh Pemkab Bandung ke Pemprov Jabar, agar tanah eks Transmigrasi tersebut bisa dibangun Masjid Besar Cileunyi. Luasnya sekitar 4.300 m2 berada wilayah Desa Cinunuk dan layak dibangun,” ungkap Cucu.
Sebelumnya, 3 tahun lalu wacana pembangunan masjid ini diresmikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna di lahan yang akan dibeli dengan harga Rp 20 miliar.
Namun berjalannya waktu, donasi untuk membeli lahan seharga Rp 20 miliar dengan luas sekitar 5.000 m2 baru terkumpul Rp 500,7 juta. Kelanjutan wacana masjid ini pun kini banyak dipertanyakan.*
















