Ia menambahkan, produksi dalam negeri tetap berjalan meskipun memasuki musim kering, terutama didukung oleh infrastruktur irigasi yang terus diperkuat.
“Pada musim kering kita masih bisa produksi sekitar 2 juta ton per bulan karena irigasi berjalan. Dalam enam bulan bisa menghasilkan tambahan sekitar 6 sampai 12 juta ton atau setara sekitar empat bulan kebutuhan. Kalau kita hitung, 11 bulan ditambah 4 bulan, berarti sekitar 15 bulan. Artinya kekuatan pangan kita aman hingga April 2027,” ujar Mentan.
“Silakan cek langsung ke gudang-gudang Bulog di seluruh Indonesia. Tidak mungkin disampaikan angka 5 juta ton jika tidak sesuai, karena nilainya sekitar Rp 55–60 triliun dan ada konsekuensi hukumnya,” tegasnya.
Amran menambahkan, capaian ini menjadi tonggak penting dalam transformasi ketahanan pangan nasional, di mana Indonesia berhasil memperkuat stok tanpa bergantung pada impor.
“Alhamdulillah 2025 kita tidak impor. InsyaAllah 2026 juga tidak impor. Kita terus perkuat kolaborasi untuk menjaga ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.***
Sumber: Siaran Pers Bapanas













