TERASAJABAR.ID – Bupati Garut Abdusy Syakur Amin yang juga Ketua PBVSI Garut resmi membuka Kejuaraan Daerah Voli U-18 se-Jawa Barat di Komplek SOR RAA Adiwijaya, Tarogong Kidul! Sebanyak 56 klub dari 14 kabupaten/kota turun gelanggang, siap bertarung habis-habisan demi tiket ke level nasional, Senin (13/4/2026),
Parade atlet mengguncang lapangan! Ribuan pasang mata terpaku saat kontingen demi kontingen masuk arena. Ini bukan sekadar turnamen, ini panggung pembuktian siapa raja voli muda Jawa Barat.
Bupati Syakur langsung tancap gas. Ia tak cuma bicara soal smash dan blok, tapi soal masa depan atlet! Kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan jadi sorotan tajam. “Atlet itu bekerja. Keringat mereka adalah profesi. Kalau ada cedera, kalau ada musibah, BPJS yang cover Mereka harus aman, harus terlindungi!” tegas Syakur di hadapan peserta.
Target Garut tak main-main! Kejurda ini jadi pemanasan sebelum naik kelas ke event nasional. “Ini ajang nambah jam terbang atlet lokal dan uji nyali panitia kita. Garut harus siap jadi tuan rumah Indonesia!” serunya.
Lebih dari itu, Syakur bidik ekonomi. Konsep sport tourism diledakkan! “Dengan sport, orang datang ke Garut. Hotel penuh, warung laris, UMKM jalan. Pariwisata adalah senjata kita untuk dorong pertumbuhan ekonomi!” ujarnya.
Ketua Umum PBVSI Jawa Barat, Agus Djumaedi, angkat topi untuk Garut. “Kejurda ini jalur resmi ke nasional. Saya mau lihat wakil Jabar dari sini bisa tembus final, susul Pasundan dan U2C yang sudah duluan lolos. Garut siap, tinggal buktikan!” tantangnya.
Pesan keras untuk 56 klub harus jaga sportivitas, bawa nama klub kalian setinggi-tingginya! Porprov sudah menunggu, dan Garut sedang buka jalan menuju panggung yang lebih besar!
Selama beberapa hari ke depan, GOR Cikuray jadi medan tempur. Bola voli melayang, mimpi atlet muda terbang. Garut tak sekadar jadi tuan rumah, Garut sedang bikin sejarah.**












