TERASJABAR.ID – Kol (Brassica oleracea) merupakan sayuran yang satu keluarga dengan brokoli, kembang kol, dan kubis.
Berdasarkan warnanya, kol terbagi menjadi kol hijau, putih, dan ungu.
Meski tampilannya berbeda, ketiganya memiliki kandungan gizi yang relatif serupa sehingga manfaat kesehatannya pun hampir sama.
Kol mengandung makronutrien penting seperti karbohidrat dan protein.
Selain itu, sayuran ini kaya serat serta dilengkapi beragam vitamin dan mineral, antara lain vitamin C, vitamin B6, folat, dan zat besi.
Kol juga mengandung antioksidan seperti polifenol, flavonoid, dan antosianin yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh.
Berkat kandungan tersebut, kol bermanfaat melancarkan pencernaan dan membantu mengatasi sembelit karena tinggi serat dan air.
Senyawa antioksidannya juga dapat membantu meredakan peradangan, termasuk pada radang sendi.
Konsumsi kol secara rutin diketahui berpotensi menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke karena mampu membantu menurunkan kolesterol jahat serta menjaga tekanan darah.
Kol juga berkontribusi dalam menjaga kesehatan mata, terutama berkat beta karoten, lutein, dan zeaxanthin.
Selain itu, sayuran ini diyakini dapat membantu menekan risiko beberapa jenis kanker.
Kandungan vitamin dan antioksidannya turut memperkuat daya tahan tubuh serta membantu mengontrol tekanan darah.
Dengan kalori yang rendah dan serat tinggi, kol juga cocok untuk mendukung program diet.
Meski bermanfaat, konsumsi kol sebaiknya tetap dalam jumlah wajar agar tidak menimbulkan gangguan pencernaan.
Kol dapat dinikmati sebagai lalapan, tumisan, sup, atau olahan fermentasi.***
















