terasjabar.id
Kamis, 8 Januari 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Kamis, 8 Januari 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Opini

Renungan Di Awal Tahun 2026, Bencana dan Program Penguasa

Kristianto by Kristianto
7 Jan 2026 20:21
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Renungan Di Awal Tahun 2026, Bencana dan Program Penguasa

RELATED POSTS

Geliat Ekonomi 2026 Diprediksi Membaik Asal APBN Dibelanjakan Langsung ke Masyarakat

BMKG Prakirakan Iklim di Sebagian Besar Wilayah Indonesia Tahun 2026 Bersifat Normal, Ini Penjelasannya

Penulis:  Teten Sudirman
TERASJABAR.ID – Tahun 2025 diakhiri oleh peristiwa bencana yang sangat memilukan. Tanah longsor, banjir, jembatan putus, kampung yang lenyap ditelan banjir lumpur, gelondongan kayu yang melibas seluruh tempat hunian dan hanya menyisakan masjid.
Secara serentak bencana menimpa 3 provinsi di Sumatera, yaitu Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Mengakibatkan korban meninggal seribu orang lebih, ratusan dinyatakan hilang dan lebih banyak lagi yang kehilangan tempat tinggal.
Terjadinya bencana tersebut tidak terlepas dari telah rusaknya lingkungan alam akibat keserakahan manusianya, dengan membabat hutan lindung seenaknya demi kepuasan duniawi.
Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt dalam Alqur’an surat Ar-Rum ayat 41 : “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut, disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”.
Sayangnya, penanganan bencana ini ditengarai lamban. Presiden Prabowo lebih terkesan bergerak sendiri dengan menghabiskan malam tahun baru di tempat bencana dan mengirim helikopter pribadi, sementara warga yang terkena bencana mengharap pertolongan serba cepat, sedangkan mekanisme pemerintahan terkendala birokrasi.
Refleksi akhir tahun 2025 tampaknya menyisakan pekerjaan rumah yang harus ditangani pemerintahan Presiden Prabowo ke depan. Beberapa program unggulan Presiden Prabowo, terbukti menimbulkan masalah dan sudah cukup banyak kritik yang ditujukan kepadanya.
Adanya kebijakan pemangkasan anggaran yang dilakukan Presiden Prabowo secara sepihak , tanpa mendengar pendapat dari pihak daerah sendiri, menjadi kendala utama dalam mengatasi bencana di Sumatera kemarin.
Selain kebijakan pemangkasan anggaran daerah, pola penetapan keputusan berdasarkan ambisi pemerintah pusat, juga terjadi di bidang pendidikan. Yang paling bermasalah adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Sekolah Rakyat yang aneh, karena diurus oleh Kementerian Sosial. Demikian juga soal pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.
Program MBG yang anggarannya sangat besar itu ternyata banyak menimbulkan masalah. Selain maraknya siswa yang keracunan pasca menyantap makanan dari program MBG, soal keberadaan pihak dapur pelayanannya (SPPG) pun dimasalahkan.
Karena mereka yang berkesempatan membentuk SPPG itu pada umumnya, mereka yang punya akses ke para pejabat baik di eksekutif maupun di legislatif. Dan jika dikaji secara cermat, berapa persen dari angggaran triliunan rupiah itu yang benar-benar dirasakan langsung oleh para siswa?
Kemudian program pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang diperuntukkan bagi keluarga miskin ekstrim. Program ini pun tampaknya kebanyakan di daerah yang masih belum berjalan sebagaimana mestinya. Kementerian Sosial yang membidanginya belum banyak kelihatan aksinya dalam mewujudkan program unggulan Presiden Prabowo itu.
Selanjutnya terkait program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), nasibnya tidak berbeda jauh dengan program unggulan lainnya.
“Untuk di Kabupaten Tasikmalaya saja bisa dipastikan dari 351 desa yang ada di daerah ini, sedikit sekali yang telah berjalan pasca diluncurkannya program tersebut beberapa bulan yang lalu.
Bahkan di Desa Singaparna yang merupakan ibukota Kabupaten Tasikmalaya dan penulis sendiri selaku warga desa tersebut yang ditunjuk sebagai anggota pengawas pada KDMP Desa Singaparna, hingga kini belum ada kegiatan apa pun dalam menghidupkan koperasi.
Alasan intinya karena belum turun dananya, baik untuk membangun fasilitasnya maupun untuk modal kerja koperasinya sendiri. Menghadapi 2026 ini muncul pertanyaan, apakah pemerintahan Presiden Prabowo akan tetap bersikukuh melaksanakan programnya tersebut? Ataukah dia merasa perlu untuk lebih banyak mendengar, termasuk saran masukan dari pihak-pihak yang tidak setuju?
Dalam menghadapi 2026 ke depan maunya kita optimistis. Namun optimisme seperti itu perlu dikurangi, karena kesan yang melekat saat ini, jajaran pemerintahan terlalu berambisi untuk berkuasa.
Sehingga parlemen yang merupakan lembaga alat kontrol pun, kini sudah melupakan fungsi kontrolnya. Arogansi dipertontonkan secara telanjang, dengan kebijakan program yang sulit untuk dilawan argumentasi lain.
Ke depan diharapkan Presiden Prabowo agar banyak mendengar dari mereka yang bersikap kritis. Serta pola menempatkan mereka yang selama ini mendukungnya untuk menduduki jabatan-jabatan strategis, harus dihentikan. Indonesia saat ini sangat membutuhkan pemimpin-pemimpin yang bukan terperangkap dalam pola balas budi, melainkan harus mereka yang terpilih lewat seleksi meritokrasi.
ADVERTISEMENT
Tags: di awalRenunganTahun 2026
ShareTweetSend

Related Posts

Cucu Sutara
Berita Utama

Geliat Ekonomi 2026 Diprediksi Membaik Asal APBN Dibelanjakan Langsung ke Masyarakat

28 Des 2025 16:34
BMKG Prakirakan Iklim di Sebagian Besar Wilayah Indonesia Tahun 2026 Bersifat Normal, Ini Penjelasannya
News

BMKG Prakirakan Iklim di Sebagian Besar Wilayah Indonesia Tahun 2026 Bersifat Normal, Ini Penjelasannya

25 Des 2025 15:44
Next Post
Sidang Perdana Cerai Atalia–Ridwan, Kedua Pihak Tak Hadir

Bahtera Rumah Tangga 29 Tahun Ridwan Kamil dan Atalia Praratya Resmi Berakhir

Pemerintah Pastikan Pemulihan 2 Juta UMKM Terdampak Bencana, Ini Penjelasan Menteri Maman

Pemerintah Pastikan Pemulihan 2 Juta UMKM Terdampak Bencana, Ini Penjelasan Menteri Maman

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
SKAK MAT PAK MENTERI KEHUTANAN

SKAK MAT PAK MENTERI KEHUTANAN

31 Des 2025 05:37
Desa Pandawangi Akhirnya Resmi Jadi Desa Baru Pemekaran dari Desa Cinunuk

Desa Pandawangi Akhirnya Resmi Jadi Desa Baru Pemekaran dari Desa Cinunuk

1 Jan 2026 12:12
Dua Pakar Hukum Soroti Proyek PJU di Jabar yang Diduga di Mark Up, Minta Kejaksaan Segera Ungkap Pelakunya

Dua Pakar Hukum Soroti Proyek PJU di Jabar yang Diduga di Mark Up, Minta Kejaksaan Segera Ungkap Pelakunya

7 Jan 2026 06:59
Operasi 300 Menit: Bedah Teknis Penculikan Presiden Venezuela

Operasi 300 Menit: Bedah Teknis Penculikan Presiden Venezuela

5 Jan 2026 15:46
Waspadai Ancaman Penyakit Menular di Pengungsian, Menkes Ungkap Hal Ini

Waspadai Ancaman Penyakit Menular di Pengungsian, Menkes Ungkap Hal Ini

0
Waspadai Informasi Hoaks soal Program BSU 2026, Simak Penjelasan Resmi Kemnaker

Waspadai Informasi Hoaks soal Program BSU 2026, Simak Penjelasan Resmi Kemnaker

0
Kementerian Ekraf Bahas Peluang Kolaborasi dengan Ikatan Arsitek Indonesia, Ini Tujuannya

Kementerian Ekraf Bahas Peluang Kolaborasi dengan Ikatan Arsitek Indonesia, Ini Tujuannya

0
Kemenperin Fokus Perkuat Penyerapan Anggaran dan Dampak Belanja Industri

Kemenperin Fokus Perkuat Penyerapan Anggaran dan Dampak Belanja Industri

0
Waspadai Ancaman Penyakit Menular di Pengungsian, Menkes Ungkap Hal Ini

Waspadai Ancaman Penyakit Menular di Pengungsian, Menkes Ungkap Hal Ini

8 Jan 2026 21:04
Waspadai Informasi Hoaks soal Program BSU 2026, Simak Penjelasan Resmi Kemnaker

Waspadai Informasi Hoaks soal Program BSU 2026, Simak Penjelasan Resmi Kemnaker

8 Jan 2026 20:03
Inter Milan dan Al-Hilal Sepakat Secara Lisan soal Transfer João Cancelo

Barcelona Segera Tuntaskan Kepulangan Joao Cancelo

8 Jan 2026 20:02
Kementerian Ekraf Bahas Peluang Kolaborasi dengan Ikatan Arsitek Indonesia, Ini Tujuannya

Kementerian Ekraf Bahas Peluang Kolaborasi dengan Ikatan Arsitek Indonesia, Ini Tujuannya

8 Jan 2026 19:50
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.