TERASJABAR.ID – Mahasiswa yang menggelar aksi di depan Polda Metro Jaya pada Jumat lalu, 29 Agustus 2025 , menyampaikan tiga tuntutan utama sebagai respons atas insiden kekerasan dan penangkapan terhadap peserta unjuk rasa sebelumnya.
Menurut mereka, kepolisian perlu melakukan perubahan mendasar dalam tata kelola, akuntabilitas, dan transparansi agar peristiwa serupa tidak terus berulang.
Pertama, mahasiswa meminta adanya pertanggungjawaban aparat terkait tindakan represif yang menimpa massa aksi.
Mereka menilai proses pengamanan telah menimbulkan korban serta menyalahi prosedur standar penggunaan kekuatan.
Karena itu, mereka mendesak dilakukannya penelusuran mendalam dan penjelasan resmi agar masyarakat mengetahui kejelasan kasus tersebut.
Dengan adanya evaluasi dan akuntabilitas, mahasiswa berharap praktik kekerasan dalam penanganan aksi tidak lagi terjadi di masa mendatang.
Kedua, mahasiswa mendesak pembebasan seluruh peserta aksi yang ditahan.
Menurut mereka, penangkapan itu tidak memiliki dasar hukum yang kuat serta berpotensi melanggar hak warga negara dalam menyampaikan pendapat.
Mahasiswa menegaskan bahwa aksi demonstrasi merupakan bagian dari praktik demokrasi, bukan tindakan kriminal.
Oleh karena itu, mereka menuntut agar semua massa yang masih ditahan segera dibebaskan tanpa syarat.
Ketiga, mahasiswa menekankan perlunya reformasi institusi Polri secara menyeluruh.
Reformasi tersebut mencakup tiga aspek: struktural, kultural, dan instrumental.
Secara struktural, mahasiswa menyoroti sistem dan kelembagaan yang perlu diperbaiki; secara kultural, pola perilaku dan budaya kerja aparat harus lebih humanis; sementara secara instrumental, mereka mendorong pembaruan sarana, prasarana, serta regulasi teknis yang mendukung kinerja profesional.
Transparansi informasi dan evaluasi penggunaan kekuatan juga menjadi poin penting dalam agenda reformasi.
Usai menyampaikan tuntutan, aksi mahasiswa perlahan berakhir.
Massa membubarkan diri secara tertib ketika hujan deras mengguyur kawasan Polda Metro Jaya, menandai penutupan demonstrasi pada hari itu.-***