TERASJABAR.ID – Puluhan ikan dewa di kolam keramat atau Balong Girang, Kec. Cigugur, Kab. Kuningan, beberapa hari terakhir ini mati mendadak. Tim Dinas Perikanan Kuningan dan pengelola Balong Girang Cigugur saat dikonfirmasi menjelaskan, kematian ikan dewa tersebut dipicu oleh anomali cuaca ekstrem yang membuat suhu air turun drastis. Pada gilirannya, ikan dewa menjadi stres dan mati.
Kondisi diperparah dengan adanya temuan parasit cacing jangka (learnaea sp) yang menyerang daya tahan tubuh ikan saat kondisinya lemah. Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar merasa sangat prihatin saat menerima laporan dari warga Cigugur, bahwa puluhan ikan dewa mati mendadak di Balong Girang.
Ikan dewa yang hidup dan berkembang sejak ratusan tahun itu, kata Bupati, bukan sekadar ikon wisata, melainkan juga warisan budaya dan sejarah yang sangat sakral, sehingga kejadian ini menjadi duka bagi kita semua.
“​Pemerintah daerah bersama pihak pengelola sedang melakukan langkah darurat menggunakan ramuan tradisional untuk memulihkan kondisi kolam dan menekan penyebaran parasit. Mari kita doakan agar ekosistem di Balong Cigugur segera pulih kembali dan ikan-ikan keramat ini tetap lestari sebagai kebanggaan masyarakat Kuningan,” kata Bupati.
Seperti diketahui, ikan dewa hanya terdapat di empat kolam, yaitu, di kolam keramat Darmaloka, kolam Cibulan di Desa Maniskidul, kolam Sumur 7 Cikajayaan, di Balong Girang di Cigugur. Diharapkan ikan-ikan dewa yang tersebar di empat titik itu tetap terjaga dan tetap lestari hingga akhir zaman.*












