Rangkaian pembinaan diawali dengan kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan di Jawa Barat pada 12 Desember 2025.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 14 perajin sentra IKM alas kaki Ciomas serta 56 IKM kimia, sandang, dan kerajinan lainnya dari Kota dan Kabupaten Bogor.
Materi yang diberikan meliputi strategi pemasaran digital, strategi berjualan di lokapasar, serta praktik fotografi produk, dengan narasumber dari Universitas Prasetiya Mulya, Shopee Indonesia, dan Universitas Ciputra Jakarta.
Selanjutnya, para perajin mengikuti bimbingan teknis desain dan pola alas kaki yang diselenggarakan pada 15–17 Desember 2025 dengan narasumber dari BPIPI. Program pembinaan kemudian dilanjutkan dengan pendampingan oleh mentor dari Universitas Prasetiya Mulya hingga tahun 2026 bagi peserta terpilih.
“Kami berharap hasil pembinaan ini dapat menjadi modal dasar bagi para perajin, tidak hanya untuk bertahan, tetapi juga memperkuat kondisi internal usaha, memahami kebutuhan bisnis secara lebih tepat, serta menentukan langkah strategis untuk mengembangkan usaha dan menghadapi dinamika pasar,” jelasnya.
Ke depan, Budi mendorong para perajin untuk memanfaatkan berbagai dukungan pemerintah, mulai dari fasilitas pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Industri Padat Karya (KIPK), layanan konsultasi teknis dengan BPIPI, hingga program Restrukturisasi Mesin dan Peralatan bagi IKM untuk peremajaan mesin dan peningkatan kapasitas produksi.***

















