TERASJABAR.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat daya saing pelaku industri kecil dan menengah (IKM), termasuk pada sentra industri alas kaki yang menghadapi tantangan dinamika ekonomi global dan perubahan perilaku pasar.
Melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA), Kemenperin menjalankan berbagai kebijakan, program fasilitasi, serta pelatihan dan pendampingan bagi sentra-sentra IKM yang membutuhkan penguatan kapasitas usaha agar mampu bersaing di pasar domestik maupun global.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa secara umum sentra IKM masih menghadapi sejumlah tantangan struktural.
“Tantangan yang sering dihadapi sentra IKM antara lain keterbatasan akses permodalan dan pasar, rendahnya literasi manajemen usaha dan keuangan, serta kurangnya inovasi produk,” kata Agus dalam siaran pers Kemenperin.
Di sisi lain, menurut dia, sentra IKM juga dihadapkan pada perubahan tren pasar yang cepat dan meningkatnya persaingan dengan produk impor.
Salah satu contohnya adalah kondisi sentra IKM alas kaki di Ciomas, Kabupaten Bogor, yang dikunjungi Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita pada September 2025 lalu.
Dari hasil dialog dengan para perajin, diketahui bahwa perubahan perilaku konsumen pascapandemi Covid-19 turut memengaruhi kinerja usaha di sentra tersebut.
Selain itu, isu regenerasi perajin juga menjadi perhatian serius. “Sebagian besar perajin di sentra IKM alas kaki Ciomas merupakan generasi senior yang belum sepenuhnya memiliki pengetahuan dan keterampilan baru. Karena itu, dibutuhkan peran generasi muda yang lebih adaptif terhadap dinamika pasar dan perkembangan teknologi,” ungkap Reni.

















