terasjabar.id
Minggu, 11 Januari 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Minggu, 11 Januari 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Puisi Esai: SELECTA DARI MASA KE MASA MAH KOTA HIJAU DI BATU

Herman by Herman
11 Jan 2026 06:08
in Berita Utama, Ragam
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Puisi Esai: SELECTA DARI MASA KE MASA MAH KOTA HIJAU DI BATU

Oleh Akaha Taufan Aminudin

Sebuah Puisi Esai: Refleksi Ulasan Cakndjojo
Berdasarkan narasi sejarah dan memori personal yang begitu dalam dari tulisan Cakndjojo, berikut adalah Puisi Esai yang menggunakan metafora untuk menggambarkan jiwa Selecta dari masa ke masa.

ADVERTISEMENT

I. Mantra Sang Tuan dan Api

Melahirkan Kembali
Di tahun dua delapan, seorang Belanda bernama De Ruyter
datang membawa kapak dan mantra
pada belantara yang bisu.
Ia menyulap semak berduri
menjadi permadani hijau yang merayu,
sebuah oase yang ia beri nama
Selecta—Sang Pilihan yang syahdu.

Namun sejarah bukan air tenang
di kolam renang;
ia adalah api yang pernah melahap habis sisa-sisa kenang. [1]

Dari abu kebakaran itu, Selecta tak dibangun dengan tumpukan uang tuan tanah,
melainkan dari keringat ribuan warga yang patungan menanam saham di tanah lelah.

Di sinilah ia menjadi Republik Piknik,
di mana rakyat kecil menjadi raja atas tanahnya sendiri yang eksotik.

II. Jalur Tikus dan Mahkota “Unik’

Bagi bocil-bocil Batu, Selecta bukanlah soal tiket lima puluh ribu,
tapi soal adu lari menembus rimbun
Watu Gedeg yang membisu.

Mereka adalah “penyusup”
yang membawa tawa paling renyah,
meluncur di plorotan, menantang maut
tanpa rasa kalah.
Lihatlah mereka pulang
dengan “mahkota” yang unik:
celana renang basah di kepala,
menepis terik yang mencekik.

RELATED POSTS

Puisi Esai “Eng An Kiong” Hadirkan Jejak Sejarah Kebebasan Beragama di Haul Gus Dur ke-16

Alunan Gitar dan Puisi Bambu Petuk Wajib Dipatenkan

Mereka berdesakan di gandengan
Jip Wilys bermuatan sawi dan kol,
sebuah harmoni tanpa sekat, di mana tawa
dan peluh menyatu menjadi nol. [2]

III. Papan Loncat: Sajak Tentang Nyali

Papan loncat itu bukan sekadar
kayu dan gravitasi,
tapi rahim tempat nyali para penerjun Brawijaya diuji.

“Jeburrr!” suara itu adalah sajak sakit
yang nyata,
saat perut menghantam air dan rasa
senep merampas kata-kata.

Itu adalah latihan sebelum benar-benar ditendang keluar dari perut besi,
di angkasa Abd Rahman Saleh
yang membuat jantung hampir berhenti. [3]

Selecta telah mengajarkan: jatuhlah
dengan terlentang,
agar kau tahu bagaimana caranya
bangkit menjadi pemenang.

IV. Cuilan Surga di Tengah Gempuran Beton

Kini, saat modal besar datang
membangun menara-menara kaca,
dan tiket wisata setinggi langit membuat rakyat hanya bisa membaca,

Selecta tetap berdiri sebagai benteng “Perseduluran” yang hangat,
sebuah cuilan surga yang dititipkan
Tuhan agar kita tetap ingat;

Bahwa merawat alam bukan sekadar soal angka di atas kertas saham,
tapi soal menjaga solidaritas agar tak tenggelam di dalam kelam.

Luka gores duri di kaki adalah medali kebahagiaan masa lalu,
yang membuktikan bahwa kebahagiaan sejati tak pernah layu oleh waktu.

Sabtu 10 Januari 2026
Akaha Taufan Aminudin
Sisir Gemilang Kampung Baru Literasi SIKAB Himpunan Penulis Pengarang Penyair Nusantara HP3N Kota Batu Wisata Sastra Budaya SATUPENA JAWA TIMUR

Catatan Kaki (Esai):

  • Sejarah Kolektif: Pasca kebakaran hebat tahun 1950, pengelolaan Selecta berubah dari perorangan menjadi milik kolektif warga Desa Tulungrejo. Kini sahamnya dimiliki oleh sekitar 1.110 warga lokal, menjadikannya model unik ekonomi kerakyatan di sektor pariwisata.
  • Konteks Sosial 60-an: Penggambaran anak-anak yang menyelinap lewat jalur hutan (Watu Gedeg/Kekep) dan menumpang mobil sayur menunjukkan keterbukaan sosial dan kebersamaan antara penduduk pribumi dan keturunan Tionghoa pada masa itu.
  • Penerjun Brawijaya: Selecta memiliki nilai historis sebagai lokasi latihan fisik (ground training) bagi klub terjun payung Universitas Brawijaya sebelum mereka melakukan terjun bebas yang sesungguhnya di Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh.
Tags: EsaiPuisi
ShareTweetSend

Related Posts

Puisi Esai “Eng An Kiong” Hadirkan Jejak Sejarah Kebebasan Beragama di Haul Gus Dur ke-16
Berita Utama

Puisi Esai “Eng An Kiong” Hadirkan Jejak Sejarah Kebebasan Beragama di Haul Gus Dur ke-16

6 Jan 2026 05:56
Alunan Gitar dan Puisi Bambu Petuk Wajib Dipatenkan
Daerah

Alunan Gitar dan Puisi Bambu Petuk Wajib Dipatenkan

25 Sep 2025 10:25
Next Post
Proyek Perumahan di Soreang Didemo Warga, Sekda Jabar Turun Tangan

Proyek Perumahan di Soreang Didemo Warga, Sekda Jabar Turun Tangan

Inter vs Napoli: Duel Penentu Scudetto di San Siro

Inter vs Napoli: Duel Penentu Scudetto di San Siro

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dua Pakar Hukum Soroti Proyek PJU di Jabar yang Diduga di Mark Up, Minta Kejaksaan Segera Ungkap Pelakunya

Dua Pakar Hukum Soroti Proyek PJU di Jabar yang Diduga di Mark Up, Minta Kejaksaan Segera Ungkap Pelakunya

7 Jan 2026 06:59
Operasi 300 Menit: Bedah Teknis Penculikan Presiden Venezuela

Operasi 300 Menit: Bedah Teknis Penculikan Presiden Venezuela

5 Jan 2026 15:46
Mengenal Sugianto Nelayan asal Indramayu yang Dapat Penghargaan dari Presiden Korea Selatan

Mengenal Sugianto Nelayan asal Indramayu yang Dapat Penghargaan dari Presiden Korea Selatan

5 Jan 2026 20:06
Ribuan Warga Desa Serbu Kantor Desa Tuntut Kades Mundur

Ribuan Warga Desa Serbu Kantor Desa Tuntut Kades Mundur

5 Jan 2026 18:20
Berenang Seorang Diri, Ega Terseret Ombak Pantai Pamayangsari, Tim SAR gabungan Lakukan Pencarian Korban

Berenang Seorang Diri, Ega Terseret Ombak Pantai Pamayangsari, Tim SAR gabungan Lakukan Pencarian Korban

0
Pembukaan Jalur Aceh Timur-Gayo Lues via Lokop Tinggal Selangkah Lagi

Pembukaan Jalur Aceh Timur-Gayo Lues via Lokop Tinggal Selangkah Lagi

0
KBBI Bertambah 3.259 Entri Baru Selama Tahun 2025

KBBI Bertambah 3.259 Entri Baru Selama Tahun 2025

0
Haul Gus Dur ke-16 dan Hari Puisi Esai ke-3 Digelar 12 Jam Nonstop di Kota Batu

Haul Gus Dur ke-16 dan Hari Puisi Esai ke-3 Digelar 12 Jam Nonstop di Kota Batu

0
Berenang Seorang Diri, Ega Terseret Ombak Pantai Pamayangsari, Tim SAR gabungan Lakukan Pencarian Korban

Berenang Seorang Diri, Ega Terseret Ombak Pantai Pamayangsari, Tim SAR gabungan Lakukan Pencarian Korban

11 Jan 2026 15:38
Pembukaan Jalur Aceh Timur-Gayo Lues via Lokop Tinggal Selangkah Lagi

Pembukaan Jalur Aceh Timur-Gayo Lues via Lokop Tinggal Selangkah Lagi

11 Jan 2026 13:59
KBBI Bertambah 3.259 Entri Baru Selama Tahun 2025

KBBI Bertambah 3.259 Entri Baru Selama Tahun 2025

11 Jan 2026 13:36
Haul Gus Dur ke-16 dan Hari Puisi Esai ke-3 Digelar 12 Jam Nonstop di Kota Batu

Haul Gus Dur ke-16 dan Hari Puisi Esai ke-3 Digelar 12 Jam Nonstop di Kota Batu

11 Jan 2026 12:25
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.