Oleh: Akaha Taufan Aminudin (Satu Pena)
TERAS JABAR — Peringatan Haul ke-16 Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Kota Batu akan diwarnai pertunjukan seni sastra yang sarat makna sejarah dan kebudayaan.
Ki Syamsu Soeid, Ketua Humas SATUPENA Jawa Timur, akan membawakan puisi esai bertema “Istana Keselamatan dalam Keabadian” (Eng An Kiong) pada Jumat, 9 Januari 2026, pukul 13.00 WIB, bertempat di Aula Hasyim Asy’ari, Kantor PCNU Kota Batu.
Puisi esai tersebut mengangkat kegembiraan dan kelegaan umat Kong Hu Chu Klenteng Eng An Kiong Kota Malang setelah dicabutnya Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967, yang selama puluhan tahun membatasi ekspresi budaya dan keagamaan Tionghoa.
Pencabutan itu dilakukan melalui Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2000 pada masa pemerintahan Gus Dur, yang dikenal luas sebagai tokoh pluralisme dan pejuang hak-hak sipil.
“Puisi esai ini saya persembahkan sebagai pengingat sejarah bahwa kebebasan beragama dan berekspresi budaya pernah diperjuangkan dengan keberanian moral. Gus Dur membuka kembali pintu yang lama tertutup,” ujar Ki Syamsu Soeid.
Pertunjukan ini akan dikemas secara dramatik dengan iringan musik tradisi Tionghoa, seperti musik Potehi, alunan Erhu, bunyi petasan Imlek, dan musik Barongsai, guna menghadirkan suasana emosional yang merefleksikan perjalanan dari pengekangan menuju pengakuan dan perayaan identitas












