Blurb
Apakah puasa tanpa Tuhan masih layak disebut ibadah?
Pertanyaan ini mengguncang, sekaligus menjadi inti dari buku Puasa Tanpa Tuhan?.
Subhan Alba mengajak kita menelusuri sisi lain Ramadhan yang jarang dibicarakan: puasa yang kehilangan ruh, puasa yang direduksi menjadi diet, hingga puasa yang terjebak dalam budaya konsumerisme. Dengan gaya reflektif dan provokatif, ia menantang pembaca untuk melihat kembali makna sejati ibadah yang paling sunyi ini.
Buku ini bukan sekadar kritik, melainkan undangan untuk merenung. Ia membuka ruang diskusi tentang puasa sebagai revolusi jiwa, pendidikan empati, dan jalan pulang menuju Tuhan.
Puasa Tanpa Tuhan? akan membuat Anda bertanya ulang: apakah selama ini kita benar-benar berpuasa, atau hanya sekadar menahan lapar dan haus? **”
















