TERASJABAR.ID – Anggota Komisi XII DPR RI, Syarif Fasha, menyebut produksi minyak nasional saat ini masih jauh di bawah kebutuhan konsumsi dalam negeri sehingga impor bahan bakar minyak (BBM) masih sulit dihindari.
Menurutnya, produksi minyak mentah Indonesia saat ini hanya sekitar 600 ribu barel per hari, sementara kebutuhan nasional mencapai kurang lebih 1,6 juta barel per hari.
“Dengan produksi minyak kita sekitar 600 ribu barel per hari dan kebutuhan mencapai 1,6 juta barel, maka kekurangannya memang masih harus dipenuhi melalui impor BBM,” ujar Syarif Fasha, seperti ditulis Parlementaria pada Selasa, (10/3/2026).
Kesenjangan antara produksi dan konsumsi tersebut membuat Indonesia masih harus mengandalkan impor untuk menutup kekurangan pasokan BBM.
Fasha menjelaskan bahwa selama ini Indonesia mengimpor BBM dari berbagai negara, mulai dari kawasan Timur Tengah hingga negara-negara di Asia Timur dan Amerika.
Hal ini menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap pasokan energi dari luar negeri masih cukup tinggi.
Meski demikian, ia menilai pemerintah memiliki peluang untuk mengurangi ketergantungan tersebut dengan mempercepat pengembangan energi alternatif.
Salah satu langkah yang dapat ditempuh adalah mendorong penggunaan energi listrik, termasuk memperluas pemanfaatan kendaraan listrik di masyarakat.
Selain itu, Fasha juga menekankan pentingnya meningkatkan kapasitas kilang minyak di dalam negeri.
Dengan kemampuan pengolahan yang lebih besar, Indonesia diharapkan dapat mengolah lebih banyak minyak mentah menjadi BBM di dalam negeri sehingga kebutuhan impor dapat ditekan secara bertahap.-***
















