Sementara itu, potensi produksi padi untuk Februari hingga April 2026 diperkirakan mencapai 21,24 juta ton GKG, sehingga total produksi padi Januari–April 2026 diproyeksikan sebesar 24,28 juta ton GKG.
Kinerja produksi tersebut tidak terlepas dari perkembangan luas panen. Pada Januari 2026, luas panen padi mencapai 0,57 juta hektare.
Untuk periode Februari hingga April 2026, potensi luas panen diperkirakan mencapai 3,92 juta hektare, sehingga total luas panen Januari–April 2026 diproyeksikan mencapai 4,48 juta hektare.
Secara spasial, potensi panen padi sepanjang Februari hingga April 2026 sebagian besar terkonsentrasi di Pulau Jawa, terutama di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, serta Banten.
Di Pulau Sumatera, potensi panen terkonsentrasi di Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Aceh.
Sementara itu, di Pulau Sulawesi terpusat di Sulawesi Selatan, di Kalimantan berada di Kalimantan Barat, serta di Kepulauan Nusa Tenggara berada di Nusa Tenggara Barat.***

















