Advertisement

Terbongkar, NF ABG Bunuh Teman Main di Sawah Besar, Diancam Bungkam Korban Pencabulan Paman & Pacar

Terbongkar, NF ABG Bunuh Teman Main di Sawah Besar, Diancam Bungkam Korban Pencabulan Paman & Pacar
Tribunjabar.id
Editor: Malda Hot News —Jumat, 15 Mei 2020 13:48 WIB

Terasjabar.id - Kelanjutan kasus ABG siswi SMP NF (15) membunuh teman mainnya akhirnya terbongkar.

Sebuah fakta baru terungkap bahwa di balik pembunuhan yang dilakukan siswi SMP NF, ternyata ABG itu sendiri pun adalah korban kekerasan seksual.

Mengejutkannya lagi, siswi SMP NF adalah korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh paman hingga pacarnya.

Sebelum terjadi pembunuhan, mirisnya NF direnggut keperawanannya oleh orang-orang terdekatnya.

Mereka tak lain adalah dua orang yaitu pamannya dan satu orang pacarnya.

NF pernah berhubungan badan dengan pamannya berinisial R hingga tiga kali.

Tak mau terbongkar, R pun mengancam NF agar bungkam dan diam.

NF diancam bila video intimnya itu disebarluaskan oleh pamannya.

Kini bersamaan dengan kasus pembunuhannya, NF pun tengah mengandung 14 minggu atau 3,5 bulan.

Dikutip dari kompas.com, keterangan ini terbongkar dari keterangan pihak Kementerian Sosial Harry Hikmat, Kamis (14/5/2020).

Harry Hikmat mengatakan bahwa NF sebagai pelaku pembunuhan namun ia juga korban kekerasan seksual oleh paman dan pacar.

Bukti NF korban kekerasan seksual ini terbongkar dari hasil fisik dan psikologis.

Kini NF pun berada di layanan rehabilitasi sosial di Balai Anak Handayani.

Di samping itu, ia pun tengah menunggu proses peradilan terkait kasus pembunuhan.

Sementara itu, kasus kekerasan sesksual NF akan diselidiki lebih dalam.

Hal ini berkenaan apakah ada motif terkait NF nekat melakukan pembunuhan kepada teman mainnya, APA (5).

Pasalnya dari hasil pemeriksaan tersebut ada kemungkinan kondisi tekanan terhadap NF sehingga keji melakukan pembunuhan. (Tribunjabar.id)

Kronologi NF Membunuh APA

Sebelumnya diketahui, NF gadis ABG asal Sawah Gede Jakarata adalah pelaku pembunuhan terhadap teman mainnya APA (5).

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto telah menjelaskan bagaimana NF mengakui membunuh APA dengan cara memasukkanya ke dalam bak mandi.

APA disuruh mengambil mainan yang ada di dalam bak mandi.

"Cara menghilangkan nyawanya yaitu dimasukkan ke dalam bak."

"Jadi si anak ini diajak ke kamar mandi kemudian disuruh mengambil mainan yang ada di dalam," ungkap Heru dikutip dari Kompas TV.

NF sempat menenggelamkan APA berulang kali hingga bocah 5 tahun itu lemas.

"Setelah anak itu diangkat, dimasukkan ke dalam bak baru ditenggelamkan."

"Sekitar lima menit ditenggelamkan lagi," katanya lagi.

"Setelah lemas baru diangkat di bawa naik ke atas, dibawa naik ke atas ditidurkan," kata Heru.

NF juga sempat menyumpal darah yang keluar dari tubuh APA.

Karena mengeluarkan darah disumpal pakai tisu kemudian diikat.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Susatyo Purnomo memperlihatkan buku catatan milik remaja 15 tahun yang bunuh bocah 6 tahun di Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2020).
Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Susatyo Purnomo memperlihatkan buku catatan milik remaja 15 tahun yang bunuh bocah 6 tahun di Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2020). ()

"Awalnya mau dibuang karena sudah menjelang sore akhirnya disimpan dalam lemari," ujar Heru.

Lantaran bingung dengan apa yang dilakukan selanjutnya, lantas NF menyimpan mayat korban ke dalam lemari.

Ia sempat ingin membuang jasad korban secara langsung.

Namun, ia mengurungkan niatnya karena hari mulai gelap.

"Setelah disimpan dalam lemari besok paginya si tersangka ini akan membuang, tapi bagaimana caranya dia bingung," tambah Heru.

Merasa Tak Bersalah

NF mengaku kepada polisi bahwa ia puas telah membunuh APA, yang merupakan kerabat adiknya sendiri.

"Ditanyakan oleh penyidik, 'bagaimana perasaannya setelah kejadian ini', satu yang paling gampang dan dikatakan (Saya puas)," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus seperti dikutip dari Tribun Jakarta pada Sabtu (7/3/2020).

Tak tampak sedikit pun penyesalan dari NF yang telah menghilangkan nyawa gadis malang yang bahkan belum menginjak bangku pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) itu.

"(Saya puas). Iya, berulang kali dengan tenang dia jawab begitu," imbuhnya di kantor Polres Metro Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2020) siang.

Pelaku Tak Suka Orangtua Kandung

Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol Heru Novianto juga telah mengungkapkan hasil interogasi dengan pelaku pembunuh APA pada bocah inisial NF (5) di Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Hal itu diungkapkan Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol Heru Novianto saat menjadi narasumber di acara Prime Time News Metro TV pada Senin (9/3/2020).

Menurut pengakuan pelaku, ia tidak membenci siapapun di rumahnya.

Sebagaimana diketahui, pelaku tinggal bersama ayah kandung, ibu tiri, dan adik tirinya.

"Kalau yang saya tanyakan langsung adakah yang kamu benci di rumah sekarang ini, antara orang tua bapaknya atau ibu tiri dia bilang tidak ada."

"Kepada adeknya tidak juga," ujar Heru.

Meski demikian, pelaku mengakui bahwa dirinya sedikit tak suka dengan orang tua kandungnya.

NF tidak menyukai orangtuanya karena mereka memutuskan untuk bercerai.

Orangtua kandung perempuannya disebut kurang peduli terhadap keluarganya.

"Memang dia agak sedikit tidak suka kepada orang tua kandungnya karena merasa ditinggal sama orang tua kandungnya."

"Dan orang tua kandungnya ini cerai karena ada perselisihan yang disebabkan orangtua kandung perempuan ini tidak open terhadap keluarga yang sebelumnya," jelas Heru.

Ibu kandung meninggalkan APA tinggal bersama ayah kandung dan ibu tiri, hingga remaja tersebut kini duduk di bangku SMP.

"Jadi selama ini setelah orangtuanya cerai si pelaku tinggal di ibu tirinya plus ada satu adik dari orang tua tirinya," sambung Heru.

Pada kesempatan itu, Heru juga menjelaskan bahwa sebenarnya pelaku menyayangi binatang, khususnya kucing.

"Jadi interogasi kemarin memang ada kita tanya apakah kamu menyayangi binatang, ada salah satunya kucing."

"Kita tanya apakah kucingnya sekarang dia bilang 'tidak ada' karena dibuang sama ibu tirinya. 'Kenapa dibuang?' Karena rumahnya sangat kecil dan sempit kadang-kadang ibuknya tidak suka terus (kucing) dibuang," ungkap Heru. (Tribunwow)

(Tribunjabar.id)

Virus corona Sawah Besar Pembunuhan Pencabulan


Related Post



Loading...