Advertisement

Imbas Corona, Pedagang Curhat Pilu Omzet Bisnis Kue Lebaran Anjlok Di Bulan Ramadhan

Imbas Corona, Pedagang Curhat Pilu Omzet Bisnis Kue Lebaran Anjlok Di Bulan Ramadhan
(Foto: Wowkeren.com)
Editor: Dea Hot News —Senin, 27 April 2020 19:25 WIB

Terasjabar.id – Pandemi virus corona (COVID-19) tidak hanya mengancam nyawa manusia, namun juga membuat perekonomian dunia menjadi tidak menentu. Banyak masyarakat yang bekerja menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga orang-orang yang memiliki bisnis usaha terancam tidak mendapatkan pemasukan selama pandemi.

Salah satu bisnis yang terkena imbas di tengah pandemi virus corona adalah bisnis kue-kue lebaran. Selama ini, kue-kue lebaran memang selalu diburu oleh masyarakat dan laris manis dijual selama bulan Ramadhan.

Namun akibat pandemi corona, pedagang bisnis kue kering terancam tidak mendapatkan pemasukan seperti bulan Ramadhan di tahun-tahun sebelumnya. Terlebih, pedagang juga mengeluhkan jika hingga saat ini masih belum ada tanda-tanda pesanan pada hari pertama puasa.

Dilansir dari CNNIndonesia, seorang pedagang bernama Amalia (50) mengaku pesimis dengan omzet bisnis kue kering buatannya di bulan Ramadhan kali ini. Ibu rumah tangga ini biasa selalu menyebarkan jenis dan harga kue buatannya ke orang-orang yang akan langsung memesan. Namun, ia mengaku jika tahun ini terasa berbeda.

”Biasanya sebelum ramadan, sudah saya sebar price list-nya ke teman-teman,” ungkap Amalia seperti dilansir dari CNNIndonesia, Sabtu (25/4). “Dan sudah ada yang mulai pesan, sekarang belum ada.”

Padahal, Amelia biasanya mendapatkan pesanan dari perusahaan tempat temannya bekerja. Perusahaan tersebut kerap memesan 20-30 toples kue kering sebagai isi parsel lebaran kepada karyawan. Sayang, orderannya kali ini tidak akan ada karena perkantoran tutup.

”Dua tahun terakhir ada juga pesanan teman yang jumlahnya agak banyak untuk sesama teman kantor,” terang Amalia. “Tapi kan sekarang tidak masuk kerja, WFH, mungkin karena itu juga.”

Selama lima tahun berbisnis kue-kue kering, Amalia biasa mendapatkan omzet penjualan mencapai Rp6,5 juta sampai Rp7,5 juta saat Ramadan. Omzet ini didapat dari kue kering yang dibanderol Rp65 ribu sampai Rp90 ribu per toples.

Serupa dengan Amelia, pedagang lainnya bernama Laura (46) juga mengaku pesimis dengan menjual kue kering lebaran. Ibu rumah tangga dengan dua orang anak ini biasa mendapatkan omzet berkisar Rp4 juta sampai Rp6 juta di tahun sebelumnya. Namun, ia meyakini jika omzet tahun ini akan lebih rendah.

”Seperti tahun ini akan sepi untuk kue kering lebaran, sekarang pesanan 10 toples saja belum ada,” jelas Laura. “Padahal, tahun lalu bisa jual 70 toples yang harganya Rp45 ribu sampai Rp85 ribu per toples.”

(Wowkeren.com)

Imbas Corona Pedagang Curhat Pilu Omzet Bisnis Kue Lebaran Anjlok Di Bulan Ramadhan


Related Post



Loading...