Advertisement

Robert Alberts Black List Arema karena Ini, Tapi Tetap Cinta

Robert Alberts Black List Arema karena Ini, Tapi Tetap Cinta
Tribunjabar.id
Editor: Malda Hot News —Selasa, 21 April 2020 12:04 WIB

Terasjabar.id - Robert Alberts mempunyai kenangan manis dan pahit ketika menangani Arema FC yang kala itu masih bernama Arema Indonesia. Akibat pengalaman buruk, dia akhirnya mem-black list tim kebanggaan Aremania itu.

Pengalaman yang tidak mengenakkan ketika itu adalah gaji pernah tidak dibayar. Pelatih asal Belanda itu pernah menangani Arema pada 2009.

Bersama tim Singo Edan, langsung populer karena berhasil meraih gelar juara Indonesia Super League (ISL) dan juga runner up Copa Indonesia pada musim pertamanya bersama Arema FC.

Roberts Alberts menyebut perjuangannya saat itu sangat berat karena tidak hanya pusing memikirkan strategi melainkan juga manajemen tim.

"Saat saya datang ke Indonesia pada 2009 dan bergabung dengan Arema FC, mereka memiliki musim yang bagus. Namun, kami punya masalah besar di dalam klubnya," ucap Robert seperti dilansir Bolasport.com dari kanal YouTube pribadinya.

"Saya sempat menolak untuk melatih beberapa kali karena gaji saya tidak dibayar. Kami bahkan pernah berhenti total karena semua pemain pulang kampung, saya juga pulang kampung," ujar Robert.

"Gaji tidak dibayar, mereka (manajemen Arema FC) banyak janji (yang tidak ditepati). Lingkungan di dalam klub sangat tidak menyenangkan," katanya lagi.

Pelatih yang kini menangani Persib Bandung itu memimpin pasukan Singo Edan selama dua musim hingga 2011. Di bawah Robert Alberts, Arema FC tampil konsisten dan berhasil terus berada di papan atas.

Setelah itu, Roberts Alberts sempat melatih PSM Makassar dan tim Malaysia, Sarawak FC, pada periode 2011-2015.

Robert Alberts mengakui masih mencintai Arema FC dan suporternya, Aremania. Namun, pengalaman buruk selama dua tahun itu membuat Robert tidak berniat kembali ke Malang.

"Kota Malang sangat indah, masyarakatnya sangat baik, Aremania juga sangat bagus. Jika kejadian itu tidak terjadi, saya mungkin masih berada di Malang. Tapi untuk kembali, saya pikir manajemen mereka kurang bagus," kata Robert.

Walau begitu, dia menganggap Arema FC masih menjadi klub yang ia cintai. "Karena membesarkan nama saya. Saya suka suporternya, saya suka Kota Malang, tetapi saya pikir saya tidak memiliki masa depan di sana," ujar Robert menambahkan. (Tribunjabar.id)



Virus Corona Arema FC Persib Bandung Belanda


Related Post



Loading...