Peredaran Narkoba di Karawang Mulai Melibatkan Kalangan Santri

S.N.A 26 11 18 Hot News
Peredaran Narkoba di Karawang Mulai Melibatkan Kalangan Santri

Terasjabar.id- Modus operandi peredaran Narkoba di Karawang sedah beragam jenisnya. Saat ini bandar besar mulai melibatkan kalangan santri untuk mengedarkan barang haram tersebut.

Salah satu santri yang terjerat perdagangan galap Narkoba di Karawang adalah D (Dian), seorang mantan santri di salah satu Pondok Pesantren di wilayah Karawang Barat. Dia direkrut oleh Bruno untuk mengedarkan Narkoba jenis ganja seberat 7 kilogram.

Namun, baru sebagian kecil ganja yang terjual, aksi mantan santri itu terhenti. Dia keburu diciduk polisi berikut 7 Kg barang bukti.

"Tersangka D dikenalkan dengan Bruno oleh taman satu pondoknya berinisial Iz. D langsung ditawari Bruno untuk menjual ganja di wilayah Karawang dengan sistem drof barang terlebih dahulu, baru kemudian bayar setelag ganja terjual," ujar Kepala Kepolisian Resor Karawang, Ajun Komisaris Besar Slamet Waloya di dampingi Kepala Satuan Anti Narkoba, Ajun Komisaris Agus Susanto, di halaman Mako Polres setempat, Senin 26 November 2018.

Menurut Slamet, tersangka D telah dua kali menerima kiriman ganja dari Br. Pertama dia menerima ganja seberat 5 Kg dan barang tersebut diedarkan juga oleh Iz.

Berikutnya, Br mengirim ganja seberat 7 Kg. Oleh tersangka D, barang tarsebut sebagian dipecah menjadi paket kecil sebanyak 68 paket, dan tiap paket dijual seharga Rp 100 ribu.

Karena terbukti ikut terlibat dalam peredaran Narkoba, tersangka D dijerat Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 111 ayat 2 Undang-undang No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman seumur hidup atau mati. "Kami masih memburu tersangka lain dalam kasus ini yakni Br dan Iz," kata Kapolres.

Sementara itu, tersangka D mengaku menerima kiriman ganja dari Br dengan sistem tempel. Artinya, barang dikirim ke suatu tempat yang telah ditentukan tanpa saling bertemu.

"Setelah barang sambil, saya pecah menjadi beberapa bagain. Uang hasil penjualan ganja saya transfer ke rekening Br," kata tersangka D.

Disebutkan juga, ganja diedarkan kepada teman-temannya tapi bukan dari kalangan santri. Tersangka D mengaku tidak ikut menikmati barang haram itu.

"Saya hanya mengedarkan, bukan pemakai," ujar dia.

(Sari/Sumber:PikiranRakyat)

Related Post

Comment