Advertisement

Gubernur DKI Jakarta Akan Menerapkam PSBB yang Dimulai Pada Jumat 10 April 2020, PSBB Corona DKI Jakarta Mulai Disosialisasikan Hari Ini hingga Kamis 9 April

Gubernur DKI Jakarta Akan Menerapkam PSBB yang Dimulai Pada Jumat 10 April 2020, PSBB Corona DKI Jakarta Mulai Disosialisasikan Hari Ini hingga Kamis 9 April
(CNBC Indonesia : Google)
Editor: Epenz Hot News —Rabu, 8 April 2020 07:57 WIB

Terasjabar.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan telah memutuskan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan dilakukan pada Jumat, 10 April 2020. Kebijakan tersebut diambil guna memutus mata rantai penyebaran virus corona (covid-19) di ibu kota.

Anies memaparkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta hanya memiliki waktu dua hari sejak diumumkan Selasa malam, untuk melakukan sosialisasi terkait kebijakan tersebut. Sosialisasi akan dimulai Rabu hingga Kamis, 8-9 April 2020.

"Mulai Jumat, masyarakat menaati dan akan kita sosialisasi 2 hari ke depan dan harapannya hari Jumat bisa kita lakukan bersama-sama," katanya dalam konferensi pers di Balai Kota, Jakarta, Selasa (7/4/2020) malam.

Dalam sosialisasi tersebut, Anies mengatakan, Pemprov DKI akan menyebarluaskan terkait aturan hukum berikut sanksinya. Dia mengaku, Pemprov DKI juga akan mempermudah dalam sosialisasi yakni dengan membuat infografis PSBB.

"Nanti dengan adanya peraturan detail, akan ada pasal-pasalnya itu bisa dilihat. Kita siapkan juga bahan-bahan seperti infografis dan materi sosialisasi lainnya untuk masyarakat, " ujarnya.

PSBB terkait corona itu, menurut Anies, akan berlaku selama 14 hari alias dua minggu atau hingga Jumat, 24 April 2020. Penerapan status di ibu kota itu dapat diperpanjang.

Dalam PSBB itu ada tujuh aspek yang dibatasi yakni, peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, serta pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum, pembatasan kegiatan sosial dan budaya, pembatasan moda transportasi, dan pembatasan kegiatan lainnya khusus terkait aspek pertahanan dan keamanan.

Sedangkan ada 8 sektor yang dikecualikan tetap beroperasi saat PSBB diterapkan yaitu, kesehatan, pangan (kebutuhan makanan dan minuman), energi (air, gas, listrik, pompa bensin), komunikasi media, keuangan dan perbankan termasuk pasar modal, kegiatan logistik (distribusi barang), kebutuhan keseharian ritel (warung dan toko kelontong yang memberikan kebutuhan warga) dan industri strategis.

"Selain itu semua dianjurkan bekerja dari rumah," ujar mantan menteri pendidikan dan kebudayaan (mendikbud) ini.

Anies menuturkan, industri sosial yang menangani penyebaran virus corona tetap diizinkan berkegiatan. "Misalnya lembaga pengelola zakat, bantuan sosial atau NGO di bidang kesehatan," ucapnya.

Disadur dari Tribunjabar.id

Virus Corona Wabah Virus Corona Gubernur DKI Jakarta PSBB


Related Post



Loading...