Advertisement

Puisi Guruku yang Hebat untuk Peringati Hari Guru Nasional, Karya Siswa yang Juara Puisi se-Jabar

Puisi Guruku yang Hebat untuk Peringati Hari Guru Nasional, Karya Siswa yang Juara Puisi se-Jabar
Editor: Admin B Hot News —Minggu, 25 November 2018 09:07 WIB

Terasjabar.id - Hari Guru Nasional jatuh pada hari ini, Minggu, 25 November.

Berdasarkan keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, Hari Guru Nasional resmi ditetapkan pada 25 November.

Hari Guru Nasional jatuh pada 25 November mengacu pada tanggal terbentuknya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Sejatinya, Hari Guru Nasional diperingati untuk menunjukkan penghargaan terhadap guru.

Ada banyak cara untuk memperingati Hari Guru Nasional, di antaranya mengirimkan kata-kata mutiara, ucapan, bahkan puisi.

Di media sosial seperti WhatsApp dan Facebook tersebar puisi berjudul Guruku yang Hebat.

Puisi tersebut cocok untuk dibagikan sebagai bentuk memperingati Hari Guru Nasional.

Dua siswi SMK Kartika XIX -1 memeluk seorang guru di peringatan Hari Guru, Kamis (22/11/2108).
Dua siswi SMK Kartika XIX -1 memeluk seorang guru di peringatan Hari Guru, Kamis (22/11/2108). (Tribun Jabar/Resi Siti Jubaedah)

Berikut syair lengkap pusi

Guruku yang Hebat.

"bagaimana tidak hebat

rutinitas pagi harus serba hemat

bangun tepat

mandi cepat

sarapan kalo sempat

guruku hebat

jam 05.00 sudah wangi

menjemput sang pelangi

mengantarkannya meraih mimpi

demi ibu pertiwi

guruku hebat

bertahun tahun menahan diri

dari keinginan hati

dari nafsu yg menghampiri

walau kadang makan hati

guruku hebat

bagimana tidak hebat

tiap hari menopang martabat

walau kadang tak bersahabat

namun tetap kuat

guruku tetap hebat...

dalam kekurangan tetap bertahan

dalam kesederhanaan tetap diam

dalam kesuksesan tetap sopan

dalam kemakmuran tetap tenang

guruku memang hebat

meski bukan konglomerat

namun tak melarat

meski bukan bangsawan

namun tetap menawan

guruku hebat

mendidik anak negeri sepenuh hati

mengajarkan budi pekerti

agar menjadi insan yg bernurani

tanpa harus menyakiti

guruku tetap yg hebat

gaji kecil tak sakit hati

gaji cukup tak sombong diri

meski banyak yg sakit hati

karna guru dapat sertifikasi

guruku memang hebat

karna sertifikasi dituntut kompetensi

kalau tak mau diamputasi

oleh penguasa negeri

yang "katanya" baik hati

guruku memang hebat

meski mutasi dan gandanya kompetensi mengancam diri

tak menjadikannya patah hati

mengabdikan diri untuk negeri

sambil menunggu panggilan Surgawi"

Berdasarkan penelusuran Tribun Jabar, puisi Guruku yang Hebat itu ditampilkan di situs resmi SMK Mandiri Bersemi.

Puisi Guruku yang Hebat diunggah pada 26 November 2017 oleh Moh Adhuri Ali Syaban.

Dalam unggahan tersebut, terdapat keterangan pencipta puisi Guruku yang Hebat.

Ternyata, puisi Guruku yang Hebat merupakan karya siswa SMAN 6 Bogor.

Puisi Guruku yang Hebat itu keluar sebagai juara puisi se-Jawa Barat.

Kisah Inspiratif Guru di Garut

Seorang guru di SMP 1 Tarogong Kaler, Jalan Raya Samarang, Kabupaten Garut, rela bertugas menyebrangkan anak didiknya, sejak beberapa tahun terakhir ini.

Guru itu adalah Dadang Sujatmika (60), pria kelahiran Probolinggo 18 Agustus 1958 ini setiap pagi sebelum para siswa tiba di sekolah, ia sudah setia menunggu di depan gerbang sekolah tersebut.

Tiba di sekolah sebelum pukul 06.00, Dadang pun bersiap-siap menyambut ratusan siswa yang akan menuntut ilmu hingga waktu siang menjelang.

Baca: Niat Hati Pamer Akta Kelahiran, Lucinta Luna Malah Dapat Teguran, Netter Temukan Hal Janggal Ini

Bermodalkan peluit, pria berusia lebih dari separuh abad ini‎, setiap hari harus berjibaku dengan kendaraan yang melintas hanya untuk menjamin keselamatan anak didiknya itu.

Setelah hampir satu jam membantu menyebrangkan anak didiknya, Dadang lalu bergegas menuju ruang kelas dan mengajar layaknya guru pada umumnya.

Dadan menyebutkan, setiap hari, Jalan Raya Samarang itu pada pagi hari selalu ramai dilintasi oleh banyak kendaraan dan dikhawatirkan mengancam kesalamatan para peserta didik.

"Satpam kan cuma satu orang, apa salahnya saya membantu menyebrangkan anak-anak," kata Dadang kepada Tribun Jabar di SMP 1 Tarogong Kaler, Rabu (28/3/2018).

Di akhir masa jabatannya sebagai guru, Dadang mengatakan, ia merasakan kejenuhan karena telah mengajar sejak tahun 1980.

"Sudah lelah mikir, tapi saya masih semangat untuk mengabdi, tapi dengan cara lain," ujarnya.

Dadang mengatakan, di akhir masa jabatannya ini, ia sempat ditawari oleh pihak sekolah untuk menjabat sebagai wakil kepala sekolah, tetapi tawaran tersebut ia tolak karena berbagai hal.

"Keselamatan anak-anak saat di lingkungan sekolah adalah tanggung jawab tenaga pendidik, maka dari itu saya jalani tugas ini setiap hari," katanya.

Ia berharap, apa yang dilakukannya selama ini dapat berbekas untuk seluruh guru dan para siswa dan akan menjadi kado terakhir bagi sekolah tersebut.

"Saya tidak mengharap apa-apa dari sekolah, yang penting anak-anak selamat," ujarnya.

Kepala sekolah SMP 1 Tarogong Kaler,‎ Eden Kusdinar, mengatakan, pihaknya sangat senang terhadap apa yang dilakukan Dadang setiap pagi, yakni membantu menyebrangkan para siswa.

"Kekurangan tenaga satpam, terbantu karena ada Pak Dadang," ujarnya.

Terkait apresiasi, Eden mengatakan, pihaknya beberapa kali akan memberi penghargaan berbentuk materi, namun hal tersebut beberapa mendapatkan penolakan dari Dadang.

"Apresiasi dalam bentuk lain akan kami berikan sebelum Pak Dadang pensiun," ujarnya.

(Ren./Sumber:Tribunjabar.id)

Puisi Guru Guruku yang Hebat Puisi Guruku Yang Hebat Puisi


Related Post



Loading...