Advertisement

Meski Ada Himbauan Bupati, Ribuan Perantau 'Jabodetabek' Mudik

 Meski Ada Himbauan Bupati, Ribuan Perantau 'Jabodetabek' Mudik
Suasana di Pos Terpadu Tugu Ikan Desa Sampora-Caracas Kuningan. Seluruh penumpang chek point secara bergilir.
Editor: Dea Teras Kuningan —Senin, 30 Maret 2020 17:41 WIB

Terasjabar.id - Surat edaran Bupati Kuningan H Acep Purnama nomor 440/1072/Tapem tgl 6 Maret 2020 yang ditujukan ke Rukun Wargi Kuningan (RWK) dan paguyuban warga Kuningan se-Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi (Jabodetabek), ternyata tak bisa membendung kedatangan para pemudik dari berbagai kota untuk pulang mudik ke kampung halamannya.

Mereka pulang mudik menggunakan bus, mobil pribadi dan ada juga yang pakai Roda dua (motor).

Jumlah pemudik ini kata Kadishub Kab Kuningan Drs Djaka Chaerul, jumlahnya sudah mencapai ribuan bahkan lebih dari 20.000 orang, seperti pada hari minggu dari pukul 19.00 - 06.15 WIB Senin pagi (29-30/3-2020) di Pos Terpadu Caracas tercatat 5.330 orang, ujarnya saat diwawancarai melalui selulernya Senin pagi (30/3/2020).

Kegiatan Penanganan Covid 19 ini kata Jaka, melibakan tim gabungan yang terdiri dari Polres Kuningan, Kodim 0615, Dishub, BPBD, Sat Pol PP dan Relawan.

Jumlah Armada Angkutan Umum yang masuk di Pos Terpadu Sampora antara lain, Bus Besar 48, Bus Kecil  2, Mikro/ Elf 26, mobil penumpang (Travel Jakarta- Kuningan) 54 unit dan R2/motor 80 unit.

Petugas dari Kodim 0615 Kuningan saat menyemprot disinfektan diruang Bus yang lewat Pos terpadu di Sampora.


Angkutan umum dan mobil pribadi semuanya diberhentikan dan seluruh penumpang tak terkecuali harus turun, untuk chek point dan tes suhu di Pos Terpadu. Selain petugas gabungan tak kalah sibuk tim relawan turut membantu tugas kemanusiaan ini.

Terpisah Kalaka BPBD Agus Mauludin mengatakan, pemeriksaan pendatang dan pemudik ini dilakukan di 6 titik, yaitu di Pos Terpadu Sampora, Cidahu, Cibingbin, Cipadung, Mandirancan dan Taman Pandapa Kuningan. Jumlah yang mudik sampai hari Senin sudah 20.000 orang, ujarnya.

Sementara itu, Suryo salah seorang PKL yang biasa mangkal di kawasan pasar Senen mengaku terpaksa pulang mudik,  alasannya sejak merebaknya wabah  Covid-19, dagangan jadi sepi pembeli. Sedangkan kami harus makan dan memenuhi kebutuhan lainnya, tuturnya. Hal senada disampaikan pula sejumlah pedagang bubur kacang ijo, nasi goreng, indomie dan pedagang gado-gado asal Kuningan.

 

 

(H WAWAN JR)

Meski Ada Himbauan Bupati Ribuan Perantau 'Jabodetabek' Mudik Kuningan Covid-19


Related Post



Loading...