Advertisement

Pusat Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 Didirikan di Cimahi, Kapasitas Lebih dari 500 Kamar

Pusat Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 Didirikan di Cimahi, Kapasitas Lebih dari 500 Kamar
Tribunjabar.id
Editor: Malda Teras Cimahi —Minggu, 29 Maret 2020 15:18 WIB

Terasjabar.id - Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat melalui menyiapkan Pusat Isolasi Mandiri Covid-19 dengan memanfaatkan fasilitas milik Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jabar di Jalan Kolonel Masturi Nomor 11, Kota Cimahi.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jabar Berli Hamdani, Pusat Isolasi Mandiri dibuat sebagai langkah preventif sekaligus rehabilitatif dalam proses perawatan Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tanpa gejala.

"Misalnya (untuk) pasien-pasien (PDP) yang tadinya positif lalu jadi negatif, tapi mereka masih harus dijaga. Karena yang negatif dua kali yang baru boleh pulang (ke rumah), jadi yang negatif baru satu kali dipindahkan ke sini (Pusat Isolasi Mandiri)," ucap Berli di Kota Bandung, Minggu (29/3).


"Atau misalnya ODP (Orang Dalam Pemantauan), takut menularkan kepada anak, keluarga, jadi bisa di sini sampai 14 hari," tuturnya.

Berli berujar, pihaknya bekerja sama dengan RSUD Kesehatan Kerja (RSKK) Provinsi Jabar untuk menyediakan kurang lebih 150 tenaga kesehatan yang akan bersiaga di Pusat Isolasi Mandiri tersebut. Selain itu, RSKK juga akan menunjang peralatan kesehatan yang dibutuhkan.

"Perawat 40 orang, dokter 13 orang, juga ada farmasi dan tenaga medis lainnya. Total 150 orang dari RSKK. Penunjang peralatan medis dan nonmedis semua dari RSKK," kata Berli.

Sementara itu, Kepala BPSDM Provinsi Jabar Muhamad Solihin mengatakan pihaknya siap mendukung upaya Pemprov Jabar dalam menangani pandemi Covid-19 dengan menyediakan lebih dari 500 kamar untuk fasilitas Pusat Isolasi Mandiri.

"Untuk kamar itu ada sekitar 235 kamar. Sementara untuk bungalow, ada 80 bungalow masing-masing 4 kamar, jadi ada 320 kamar di bungalow. Jadi pada prinsipnya, kamar-kamar dan fasilitas yang kami siapkan bisa dipergunakan," ucap Solihin.

Pengalihan fungsi sementara BPSDM Jabar menjadi Pusat Isolasi Mandiri pun mendapat apresiasi dari Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna.

Menurut Ajay, fasilitas BPSDM Jabar cukup menunjang dan memiliki udara yang cukup bersih. Dia juga berharap, Pusat Isolasi Mandiri ini dapat lebih mengoptimalkan penanggulangan Covid-19 di Jabar.

"Baik sekali menurut saya, karena rumah sakit juga sudah tidak bisa menampung lagi, dan ini cukup banyak ruangannya, udaranya juga cukup segar disini," tutur Ajay.

"Bagus, saya mendukung. Tentunya mudah-mudahan ini bisa lebih bisa dioptimalkan, dan saya harap ini kosong tempatnya tidak diisi ODP/PDP, karena kalau kosong berarti penyakitnya sudah tidak ada lagi," ujarnya. 

52 Tenaga Kesehatan Menginap di Mes Perawat di BPSDM Jabar di Cimahi

Kawasan Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BPSDM) Jabar sebagai fasilitas pemusatan pendidikan dan pelatihan diklat di Jabar tak hanya siap menjadi Pusat Isolasi Mandiri di tengah upaya melawan dan menangani pandemi Covid-19.

Kepala BPSDM Provinsi Jabar Muhamad Solihin mengatakan BPSDM Jabar siap menjadikan fasilitas miliknya di Kota Cimahi tersebut untuk menampung tenaga kesehatan yang mengalami permasalahan sosial saat kembali ke lingkungan tempat tinggal.

"Kami siap untuk menampung para penderita (Covid-19) maupun para perawat, tenaga medis, dan paramedis. Saya dapat informasi dari Dinas Kesehatan, ada beberapa orang tenaga medis dan paramedis yang mengalami permasalahan sosial di lingkungan tempat tinggalnya," ucap Solihin di Bandung, Minggu (29/3).

"Lebih baik kita tampung disini, sehingga yang bersangkutan juga merasa nyaman," tuturnya.

Hingga Minggu (29/3), BPSDM Jabar pun telah menjadi tempat tinggal sementara bagi 52 perawat Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Hasan Sadikin atau RSHS Bandung yang sehari-harinya melakukan close contact dengan pasien Covid-19.

Mereka yang ditampung itu bekerja di beragam unit Gedung Kemuning RSHS sebagai pusat penanganan Covid-19, mulai dari Isolasi Kemuning 1, Instalasi Gawat Darurat (IGD) Kemuning Ring 1, High Care Unit (HCU) Kemuning, serta Ruang Isolasi Infeksi Khusus Kemuning (RIIKK).

Adapun ke-52 perawat RSHS itu mengisi mes perawat di BPSDM Jabar berdasarkan surat yang ditandatangani Direktur Perencanaan, Organisasi dan Umum RSHS Bandung Muhammad Kamaruzzaman, pada Jumat 27 Maret 2020 terkait Pemakaian Fasilitas Penginapan bagi tenaga medis Ring 1 RSHS Bandung.


(Tribunjabar.id)

Virus Corona Covid 19 Cimahi


Related Post



Loading...