Advertisement

Jamin Gaji Selama Jeda, Manajemen PSIS Semarang Denda Pemain yang Berat Badannya Naik Lebih 1 Kg

Jamin Gaji Selama Jeda, Manajemen PSIS Semarang Denda Pemain yang Berat Badannya Naik Lebih 1 Kg
Kolase TribunKaltim.co / Instagram @psisfcofficial PSIS Semarang dan pelatih Dragan Djukanovic
Editor: Malda Sport Style —Kamis, 26 Maret 2020 09:33 WIB

Terasjabar.id - Manajemen PSIS Semarang tetap menjamin pembayaran gaji pemain meski Liga 1 2020 dihentikan akibat wabah virus corona.

Jaminan soal gaji pemain tersebut datang CEO PSIS semarang, Yoyok Sukawi. Sebagai timbal baliknya, pemain pun diminta untuk tetap profesional.

Selama tim diliburkan, manajemen PSSI Semarang meminta pemain untuk tetap berat badan. Apabila naik lebih dari 1 kg, para pemain siap-siap kena denda.

Virus corona yang penyebarannya semakin masif di Indonesia memaksa PSSI menghentikan sementara kompetisi baik itu Liga 1 2020 yang sudah berjalan tiga pekan dan Liga 2 2020 yang baru pekan perdana.

Penghentian sementara kompetisi itu hingga batas waktu yang belum di tentukan.

Dampak dari penghentian sementara Liga 1 2020, membuat rata-rata klub meliburkan timnya.

Misalnya, PSIS Semarang yang meliburkan tim selama dua pekan terhitung sejak Senin (23/3/2020) lalu.

Penghentian sementara kompetisi tentu saja membuat pengeluaran klub membengkak karena liga akan lebih lama. Selain itu, tak ada pemasukan bagi klub, terutama dari penjualan tiket.

"Soal gaji, kalau PSIS, kita siap kok kalau harus libur dulu baru nanti main lagi bulan Juni, Juli, atau bahkan September. Tidak ada masalah. Atau mau setop, kami juga tidak ada masalah," kata Yoyok Sukawi, Rabu (25/3/2020) siang saat dihubungi.

"Selama libur ini tidak ada keputusan apa-apa masih berjalan normal. Kita tetap membayar gaji pemain sesuai biasanya," kata Yoyok Sukawi.

Disinggung soal kerugian klub, Yoyok mengatakan tak perlu berkomentar banyak soal hal itu. Sebab sudah pasti klub merugi atas penghentian sementara kompetisi.

"Sekarang semua pasti rugi. Klub mau bertanding tidak bisa, kita mau jualan tidak bisa, tokonya tutup. Semua (industri) pasti rugi termasuk sepakbola. Kecuali wartawan media, kalau media masih bisa by phone, by online. Restoran masih bisa pesan antar. Kalau sepakbola tidak bisa," ucapnya.

Hanya, Yoyok Sukawi mengatakan penghentian sementara kompetisi juga merupakan bagian dari risiko sebuah industri. Dalam hal ini industri sepak bola.

"Makanya kami peserta Liga 1 meminta segera ada keputusan, kompetisi ini mau ditunda saja, atau seperti apa. Supaya kita bisa menyusun keuangan. Tapi kalau memang harus dihentikan, ya caranya bagaimana, apa saja itu kan yang atur PSSI dan pemerintah," jelasnya.

Di sisi lain, pihaknya juga tidak bisa mengubah kontrak pemain secara sepihak lantaran harus sesuai dengan aturan legal.

"Kontrak pemain ada aturannya. Kita kontrak semuanya berpegang pada FIFA, undang-undang, baru statuta PSSI. Kami tidak bisa kita mengatur sendiri. Itu namanya sepihak," jelasnya.

Adapun selama libur kompetisi,para pemain PSIS Semarang diminta untuk tetap berlatih mandiri.

Dokter tim PSIS Semarang, Alfan Nur Asyhar mengatakan, satu hal yang paling penting yaitu para pemain wajib menjaga kebugaran fisik, dan memperhatikan berat badannya.

Sebelum libur para pemain ditimbang berat badannya terlebih dahulu. Bila berat badan saat kembali ke mess tim naik lebih dari satu kilogram, maka otomatis pemain yang bersangkutan bakal di denda.

"Yang jelas berat badan tidak boleh lebih dari 1 kg. Sebelum pulang, semua pemain sudah kami ukur berat badannyanya. Jika lebih maka sesuai kesepakatan akan kena denda," kata Alfan.

"Lalu ada program dari pelatih yang sudah dikirimkan pelatih melaui whatsapp Selasa kemarin," katanya.

(Tribunjabar.id)


Virus Corona PSIS Semarang Pemain


Related Post



Loading...