Advertisement

Belum Ada yang Positif Covid-19 di KBB, Tapi ODP Terus Bertambah

Belum Ada yang Positif Covid-19 di KBB, Tapi ODP Terus Bertambah
Kepala Dinas Kesehatan KBB Hernawan Widjajanto. Foto/Dok.SINDOnews
Editor: Dea Teras KBB —Minggu, 22 Maret 2020 07:57 WIB

Terasjabar.id -  Meskipun di Kabupaten Bandung Barat (KBB) hingga kini belum ada yang suspect atau terduga dan positif terjangkit virus Corona (Covid-19), namun Dinas Kesehatan KBB tetap meningkatkan kewaspadaan.

Pasalnya, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di KBB hingga kini terus bertambah, sejak pertama kali ODP ditemukan di KBB pada tiga pekan lalu.

"Memang sampai sekarang yang suspect dan positif (Corona) tidak ada dan kami berharap tetap tidak ada. Tetapi untuk kasus ODP jumlahnya terus meningkat," kata Kepala Dinas Kesehatan KBB Hernawan Widjajanto, Sabtu (21/3/2020).

Hernawan mengemukakan, hingga kini, Dinkes KBB mencatat sebanyak 35 kasus ODP dan satu Pasien dalam Pengawasan (PDP) Covid-19. Khusus untuk 1 pasien PDP, kondisinya kini sudah dinyatakan sehat karena telah melewati masa pemantauan 14 hari dan tidak mengalami gejala sakit seperti tanda-tanda terjangkit Corona.

Satu PDP itu merupakan WNA China yang bekerja di proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) di daerah Cikalongwetan. Setelah menjalani sejumlah rangkaian perawatan yang bersangkutan dinyatakan negatif Covid-19. Meskipun dia sempat dirujuk ke RSCK Padalarang dan dilanjutkan ke RSHS Bandung.

Sementara untuk kasus 35 ODP di KBB itu tersebar di 8 kecamatan. Perinciannya, 2 di Kecamatan Batujajar, 9 Cihampelas, 2 Lembang, 6 Ngamprah, 3 Padalarang, 9 Parongpong, 1 Cipongkor, dan 3 Kecamatan Cikalongwetan. Mereka berstatus ODP karena sempat berkunjung ke negara terjangkit Corona.

"Kami sudah meminta agar mereka yang di delapan kecamatan itu menaati imbauan pemerintah untuk mengurangi kontak dengan banyak orang sebelum masa pemantauan 14 hari terlewati," ujar Kadinkes KBB.

Dinkes KBB, tutur hernawan, juga meminta masyarakat langsung memeriksakan diri ke rumah sakit jika dirasa tidak sehat dengan gejala klinis seperti sesak napas, batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan demam.

Selain demi kebaikan diri sendiri dengan antisipasi sedini mungkin, langkah itu juga untuk melindungi masyarakat dan lingkungan sekitar, termasuk keluarga.

Sementara itu, Pemda KBB melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Asep Sodikin menyebutkan jika tiga RSUD di KBB siap menjadi back up jika tujuh rumah sakit di Jawa Barat yang menjadi rujukan pasien Covid-19 mengalami overload.

Namun memang ada beberapa yang harus dipersiapkan salah satunya untuk fasilitas alat pelindung diri (APD) yang masih kekurangan.

"Tiga RSUD di KBB bisa menjadi lapisan kedua (back up) jika tujuh rumah sakit rujukan di KBB penuh. Yaitu RSUD Cililin, Cikalongwetan, dan Lembang," kata Asep.

(Sindonews.com)

Belum Ada yang Positif Covid-19 di KBB Tapi ODP Terus Bertambah Virus Corona


Related Post



Loading...