Advertisement

Imbas dari Virus Korona di Sepak Bila Kini Tak Lagi di Ranah Pertandingan dan Kesehatan, Muncul Wacana Pembatasan Harga Pemain

Imbas dari Virus Korona di Sepak Bila Kini Tak Lagi di Ranah Pertandingan dan Kesehatan, Muncul Wacana Pembatasan Harga Pemain
(CNBC Indonesia : Google)
Editor: Epenz Sport Style —Sabtu, 21 Maret 2020 14:20 WIB

Terasjabar.id – Imbas virus korona (COVID-19) di sepak bola kini tak lagi di ranah pertandingan dan kesehatan. Akibat wabah ini, kini muncul wacana untuk membatasi harga transfer seorang pemain.

Seperti diberitakan Marca, virus korona telah menyebabkan kerugian banyak pihak, salah satunya klub sepak bola. Akibat penghentian kompetisi imbas mewabahnya virus tersebut, klub-klub hilang pemasukan.

Karena itu, sejumlah klub seperti Werder Bremen, Borussia Moenchengladbach, Olympique Lyon, FC Sion dan sampai Barcelona memutuskan memotong gaji pemain mereka. Akibat perekonomian dunia yang sedang tak stabil, ada wacana pembatasan harga transfer seorang pemain.

Harga pemain termahal yang bisa didaratkan pada musim panas 2020 adalah 100 juta euro (Rp1,73 triliun). Hal itu berarti, klub-klub yang berminat mendatangkan pemain mahal seperti Kylian Mbappe, Neymar Jr atau Lionel Messi, hanya akan mengeluarkan 100 juta euro untuk mendapatkan nama-nama di atas.

Hanya saja, kabar di atas masih sekadar wacana dan belum tentu diberlakukan. Jika benar peraturan di atas dikeluarkan, bukan tak mungkin klub-klub yang memiliki pemain bintang akan menutup pintu rapat-rapat.

Pasalnya, mereka tentu tak mau kehilangan pemasukan dalam jumlah besar dengan melepas sang pemain bintang dengan harga 90 juta pounds. Terlepas dari itu, harapan terbesar dari tim adalah agar pandemi virus korona bisa segera berakhir dan kompetisi kembali bergulir secepatnya.

Disadur dari iNews.id

Virus Korona Wabah Virus Korona Pembatasan Harga Pemain


Related Post



Loading...