Advertisement

Patuhi Instruksi Bupati, Pengusaha di Lembang Tutup 4 Objek Wisata Sekaligus

Patuhi Instruksi Bupati, Pengusaha di Lembang Tutup 4 Objek Wisata Sekaligus
Objek Wisata The Great Asia Afrika di kawasan Lembang, KBB ditutup sementara untuk kunjungan wisatawan sebagai antisipasi penyebaran virus Corona. Foto/Dok.SINDOnews
Editor: Dea Teras KBB —Jumat, 20 Maret 2020 07:53 WIB

Terasjabar.id  - Instruksi Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna yang meminta semua objek wisata di Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk tutup selama dua pekan dipatuhi oleh pengelola tempat wisata.

Seperti dilakukan pemilik objek wisata di kawasan Lembang yang langsung menutup operasional tempatnya yang saat ini sedang happening, salah satunya The Great Asia Afrika.

"Sesuai intruksi dari bupati maka mulai Kamis ini, kami taat dan telah menutup sementara empat objek wisata yang ada di kawasan Lembang sekaligus," kata Owner The Great Asia Africa Perry Tristianto kepada wartawan di Lembang, Kamis (19/3/2020).

Perry mengemukakan, objek wisata yang dikelolanya dan akan berhenti beroperasi selama 14 hari ke depan adalah The Great Asia Africa, Farmhouse, Floating Market, dan De Ranch, yang semuanya berlokasi di Lembang.

Sebenarnya ada atau tidak ada intruksi dari Bupati Bandung Barat, pihaknya sudah berencana untuk menutup kunjungan wisatawan sebagai antisipasi penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Ini dikarenakan jumlah kunjungan wisatawan sejak Minggu (15/3/2020) mengalami penurunan yang sangat drastis. Para karyawannya juga mengaku khawatir ketika ada wisatawan yang datang.

Sehingga sebagai langkah aman pihaknya menutup sementara kunjungan wisatawan ke empat objek wisata yang dikelolanya. Konsekuensinya sejumlah karyawan terpaksa dirumahkan meskipun ada yang tetap masuk untuk menjaga kebersihan.

"Total di empat objek wisata itu ada 800-900 karyawan, mereka diliburkan sementara dan hak-haknya tetap kami berikan," ujar dia.

Disinggung mengenai kerugian akibat penutupan, dia menyebutkan angkanya cukup besar. Sebab di weekday wisatawan yang datang ke satu objek wisatanya bisa mencapai 1.500 orang, sementara di weekend jumlahnya bisa naik dua sampai tiga kali lipat.

Sehingga jika kondisi darurat Corona ini berjalan lebih dari dua pekan, maka kerugian yang dideritanya pasti akan lebih besar lagi. "Kalau ditutupnya 14 hari mungkin tidak masalah, tapi kalau berlarut-larut bisa jadi masalah juga," tutur Perry.

Hal sama juga dilakukan pengelola Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC) Lembang yang memutuskan untuk tutup selama dua pekan. General Manajer Grafika Cikole Sapto Wahyudi mengatakan, selain untuk melakukan pencegahan Virus Corona kondisi kunjungan wisatawan sekarang pun sangat minim.

Bahkan akibat wabah Corona ada sekitar 7.000 tamu yang melakukan konfirmasi pembatalan kunjungan. Padahal mereka dijadwalkan akan melaksanakan outbond dan istirahat makan siang.

"Sehari ada sekitar 1.200 tamu yang melakukan pembatalan, jika penutupan dilakukan dua pekan pihaknya bisa rugi lebih dari Rp1 miliar," kata Sapto.

(Sindonews.com)

Patuhi Instruksi Bupati Pengusaha di Lembang Tutup 4 Objek Wisata Sekaligus Kabupaten Bandung Barat (KBB)


Related Post



Loading...