Advertisement

Sang Ayah Ungkap Kejanggalan Sikap Bocah SMP Bunuh Diri Karena HP Disita: Temannya Cerita Begitu

Sang Ayah Ungkap Kejanggalan Sikap Bocah SMP Bunuh Diri Karena HP Disita: Temannya Cerita Begitu
WartaKota/Kompas via Shutterstock Sang Ayah Ungkap Kejanggalan Sikap Bocah SMP Bunuh Diri Karena HP Disita: Temannya Cerita Begitu
Editor: Malda Berita Viral —Senin, 16 Maret 2020 17:26 WIB

Terasjabar.id - Ditinggal sendirian selama satu jam di rumah, siswa SMP RR (15) di tangerang ditemukan tewas bunuh diri.

Siswa SMP itu ditemukan bunuh diri menggunakan kabel listrik di rumahnya pada Minggu malam (15/3/2020).

Sebelum ditemukan tak bernyawa, bocah itu ditinggal seorang diri di rumah oleh orang tuanya.

Meninggalnya RR membuat sang ayah, Hasyim (40) begitu berduka.

Hasyim tak habis pikir mengapa sang anak nekat bertindak mengakhiri hidupnya.

Diceritakan Hasyim, ia sempat meminta RR untuk fokus belajar sehingga mengambil ponsel milik anaknya tersebut.

"Bentar lagi mau Ujian Nasional, dia sudah kelas 3 SMP. Diminta fokus belajar agar nanti lulus sekolah dapat SMA Negeri," tegas Hasyim dengan suara parau.

Status WA Bocah SMP Bunuh Diri, Gue Uda Enggak Kuat Mau Mati Aja, Sang Ayah Menyesal Sita HP-nya

Sesudah menyita ponsel RR, Hasyim bersama sang istri, Mihanika (36) dan anak keduanya, Natasha pergi sebentar.

"Saya punya dua anak. RR sama Natasha. Saya, istri dan anak saya yang masih kecil ini pergi. Pergi main ke rumah mertua saya. Jadinya di rumah cuma ada RR saja," ucap Hasyim.

Sekitar satu jam pergi, Hasyim kemudian kembali ke rumahnya.

Sesampainya di rumah, Hasyim dan sang istri histeris.

Mereka melihat si sulung tewas dalam kondisi mengenaskan tergantung di belakang pintu terlilit kabel listrik.

"Padahal saya perginya hanya satu jam saja. Sudah gitu mau mengembalikan ponsel-nya lagi. Biasanya juga seperti itu diamankan dulu HP-nya biar dia fokus belajar,"aku Hasyim.

Lebih lanjut, Hasyim mengaku merasa kejanggalan sebelum sang anak bunuh diri.

Hasyim menjelaskan, jika sang anak sempat membuat status bernada galau di WhatsApp.

"Status di WA (WhatsApp) biasanya disembunyikan ke saya sama ibunya. Ketika saya cek ternyata statusnya dia 'Gue Uda Enggak Kuat Mau Mati Aja'. Teman - temannya juga tadi pada datang ke rumah cerita begitu," jelas Hasyim.

Isak tangis sang ibu

Sesekali tangisan Minahika tak terbendung saat ia ceritakan detik-detik ketika ia temukan tubuh sang anak tergantung dengan leher terlilit kabel di belakang pintu di rumahnya  .

Korban diketahui bernama RR (15). RR tercatat sebagai siswa di kelas 3 SMPN 18 Kota Tangerang.

"Awalnya itu saya sama suami saya pergi. Dia (RR) sendirian di rumah," ujar Minahika saat dijumpai Wartakotalive.com di rumahnya, Cipondoh, Kota Tangerang, Senin (16/3/2020).

Minggu (15/3/2020) malam, Minahika sebelum pergi ke rumah ibunya bertanya terlebih dulu kepada RR.

 Ia mengambil ponsel milik RR dan meminta kepada anaknya itu untuk fokus belajar.

"Waktu saya bilang HP-nya diambil dulu, dia ngomongnya iya aja. Saya juga sempat tawarin mau makan apa, tapi enggak dijawab," ucapnya.

Namun setelah Minahika kembali ke rumahnya itu, RR dipanggil-panggil olehnya tak ada jawaban.

Sang ibu bahkan mencari - carinya sampai belakang rumah.

"Saya kaget tiba - tiba dia sudah tergantung pakai kabel listrik di belakang pintu," kata Minahika berderai air mata.

Penjelasan polisi

Kasubag Humas Polrestro Tangerang, Kompol Abdul Rachim menjelaskan mengenai ikhwal kejadian ini. Ia juga mengungkapkan penyebab korban nekat gantung diri.

"Dikarenakan orang tua korban mengamankan handphone milik korban," ujar Rachim kepada Warta Kota, Senin (16//3/2020).

Sontak sang anak merajuk atas perbuatan orang tua itu. Pendek akal, korban pun akhirnya nekat bunuh diri.

"Ibunya saat pulang ke rumah melihat langsung anaknya dalam kondisi tergantung," ucapnya.

Minahika sendiri tak menyangka buah hatinya melakukan perbuatan seperti itu.

Sang ibu langsung melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Cipondoh, Tangerang. Polisi pun menggelar olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan barang bukti.

"Kami memeriksa saksi - saksi dan membuat visum. Masih dalam pemeriksaan lebih lanjut," kata Rachim. (tribunjakarta/wartakota)

(Tribunjakarta.com)


SMP Bunuh Diri HP Disita


Related Post



Loading...