Advertisement

Ayah Kandung Delis Berlinang Air Mata dan Menyesal Telah Mencekik Putrinya Hingga Meninggal

Ayah Kandung Delis Berlinang Air Mata dan Menyesal Telah Mencekik Putrinya Hingga Meninggal
(Tribunnews.com : Google)
Editor: Epenz Hot News —Kamis, 27 Februari 2020 15:35 WIB

Terasjabar.id - Penyesalan selalu datang terakhir. Inilah yang dirasakan Budi Rahmat alias BR, pria berusia 45 tahun, ayah dari Delis atau Desi Sulistina.

Delis adalah siswi SMP yang ditemukan tewas di gorong-gorong depan sekolahnya, di Kota Tasikmalaya.

Ternyata, gadis itu meninggal di tangan ayahnya sendiri. Sang ayah tega mencekik putrinya.

Berdasarkan laporan wartawan Tribunjabar.id dari Kota Tasikmalaya, awalnya BR diperiksa sebagai saksi atas kematian Delis yang ditemukan di gorong-gorong.

Kini, polisi sudah mengantongi bukti yang mengarah kepada BR.

"Setelah turun hasil autopsi dan disinkronkan dengan perkembangan penyelidikan selama ini, disimpulkan bahwa tersangkanya mengarah kepada BR," kata Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Anom Karibianto, Kamis (27/2/2020).

Kini, Budi Rahmat pun tak bisa berkutik. Ia sudah ditangkap polisi akibat kasus pembunuhan putrinya.

Pelaku pembunuhan Delis ternyata ayah kandungnya.
Pelaku pembunuhan Delis ternyata ayah kandungnya. (Tribun Jabar/Firman Suryaman)

Dari yang dilaporkan wartawan, ayah Delis itu tampak berlinang air mata.

Momen itu terjadi ketika pelaku ditanya oleh polisi soal alasan melakukan pembunuhan.

Sambil penuh isak tangis, sang ayah mengaku emosi sehingga kelepasan sampai mencekik putrinya.

"Saya saat itu emosi pak, sampai tidak sadar mencekik Delis," ujarnya.

Setelah mencekik anaknya, ia mengaku panik hingga terkejut. Hal ini disebabkan putrinya lemas kemudian meninggal.

Kini, ayah yang membunuh anaknya itu mengaku menyesali semua perbuatannya.

"Saya sangat menyesal," katanya.

PELAKU PEMBUNUHAN-Pelaku pembunuhan Delis ternyata ayah kandungnya, BR dengan cara mencekiknya.
PELAKU PEMBUNUHAN-Pelaku pembunuhan Delis ternyata ayah kandungnya, BR dengan cara mencekiknya. (TRIBUN JABAR / FIRMAN SURYAMAN)

Kronologi Kejadian

Masih dilansir dari laporan wartawan Tribunjabar.id dari Tasikmalaya, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto mengatakan, Budi Rahmat alias BR mencekik leher Delis di sebuah rumah kosong di Jalan Laswi, Kamis (23/1/2020) siang.

Awalnya, Delis memang merengek meminta uang Rp 400 ribu kepada ayahnya.

Uang itu adalah untuk keperluan biaya study tour ke Bandung.

BR yang punya uang Rp 200 ribu kemudian sempat meminjam uang ke tempat kerjanya Rp 100 ribu.

Jadi, uang Rp 300 ribu itu diberikan kepada Delis.

Namun, Delis masih merengek minta Rp 400 ribu.

Tersangka kemudian mengajak korban ke rumah kosong, dan di situlah korban dicekik hingga meninggal," kata Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Anom Karibianto.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, BR harus dijerat UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 penjara dan ditambah 5 tahun karena statusnya sebagai ayah kandung.

Anom mengatakan pembunuhan tersebut bukan pembunuhan berencana.

"Sehingga kami menerapkan UU Perlindungan Anak. Tersangka marah dan kesal sehingga secara spontan mencekik leher putrinya sendiri," ujar Anom.

Sebelumnya, Senin (27/1/2020) sore, warga Jalan Cilembang, Kota Tasikmalaya digegerkan dengan penemuan mayat perempuan ABG.

Diketahui, mayat tersebut adalah Desi Sulistina (13) atau biasa dipanggil Delis.

Ia ditemukan sudah terbujur kaku di gorong-gorong depan SMP Negeri 6.

Ironisnya, SMP Negeri 6 adalah tempat Delis bersekolah.

Ternyata, ABG yang tinggal di Kampung Sindanggalih, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi sudah hilang sejak Kamis (23/2/2020).

Saat itu, ia pamit untuk berangkat sekolah. Namun, sejak saat itu ia tak pernah lagi pulang lagi ke rumah.

Penemuan mayat Delis bermula dari mampetnya saluran gorong-gorong di depan SMP Negeri 6.

Warga yang penasaran akan penyebab mampetnya gorong-gorong kemudian mencoba memeriksa.

Betapa terkejutnya mereka mendapati ada tubuh manusia.

"Saat gorong-gorong dibongkar polisi ternyata di dalamnya betul ada mayat perempuan. Masih remaja," ujar Asep (23), warga sekitar.

Saat itu juga, warga langsung melapor temuan tersebut ke kepolisian.

Tiba di lokasi, petugas langsung membongkar bagian atas gorong-gorong.

Saat diangkat, korban masih mengenakan seragam pramuka dan sepatu basket khas sekolah. Disadur dari Tribunjabar.id

Delis Sulistiana Tewas di Dalam Gorong - Gorong Siswi SMP B 6 Kota Tasikmalaya Pembunuhan Ayah Kandung


Related Post



Loading...