Advertisement

Ibunda Delis Syok Ketika Mengetahui Pelaku Pembunuhan Anaknya Adalah Mantan Suaminya Atau Ayah Kandung Dari Delis

Ibunda Delis Syok Ketika Mengetahui Pelaku Pembunuhan Anaknya Adalah Mantan Suaminya Atau Ayah Kandung Dari Delis
(detikNews : Google)
Editor: Epenz Hot News —Kamis, 27 Februari 2020 15:24 WIB

Terasjabar.id - Wati Candrawati (46) syok saat tahu siapa pembunuh anaknya, Delis Sulistiana (13) atau Desi, siswi SMP Negeri 6 Kota Tasikmalaya.

Ia tak habis pikir, ternyata yang membunuh Delis adalah Budi Rahmat alias BR (45).

Budi Rahmat adalah mantan suaminya atau ayah kandung dari Delis.

Wati bahkan sampai mengeluarkan umpatan kepada Budi.

Ia menyebut Budi, biadab.

"Benar-benar biadab, tega-teganya anak sendiri dibunuh," ujarnya sembari berlinang air mata.

Saat itu, Wati berada di rumahnya di Kampung Sindang Wangi, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Tasikmalaya, Kamis (27/2/2020).

Ia di sana bersama dengan Aah (63), ibu kandung yang juga nenek Delis.

Aah terlihat mencoba menenangkan putrinya tersebut.

Mereka kemudian berpelukan.

Wati rupanya tetap teguh pada keinginannya.

Ia ingin pembunuh Delis dihukum seberat-seberatnya.

Walaupun memang, yang membunuh Delis adalah Budi Rahmat, ayah kandung gadis ABG malang itu.

"Saya minta dia dihukum seberat-beratnya, walaupun bapaknya sendiri. Malah dia sudah berbuat biadab," ujarnya.

PELAKU PEMBUNUHAN-Pelaku pembunuhan Delis ternyata ayah kandungnya, BR dengan cara mencekiknya.
PELAKU PEMBUNUHAN-Pelaku pembunuhan Delis ternyata ayah kandungnya, BR dengan cara mencekiknya. (TRIBUN JABAR / FIRMAN SURYAMAN)

Wati mengatakan, awalnya ia tak menaruh curiga kepada Budi.

Ia juga mengaku tak merasakan firasat.

"Tidak ada kecurigaan sama sekali bahwa bapaknya lah yang telah membunuhnya," ujar Wati.

Wati masih saja mengumpat Budi.

Ia melontarkan penyesalan, mengapa Delis harus meminta uang kepada Budi.

Sebelumnya, Budi dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolres Tasikmalaya Kota, Kamis (27/2/2020).

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto mengatakan, Budi Rahmat alias BR mencekik leher Delis di sebuah rumah kosong di Jalan Laswi, Kamis (23/1/2020) siang.

Awalnya, Delis memang merengek meminta uang Rp 400 ribu kepada ayahnya.

Uang itu adalah untuk keperluan biaya study tour ke Bandung.

BR yang punya uang Rp 200 ribu kemudian sempat meminjam uang ke tempat kerjanya Rp 100 ribu.

Jadi, uang Rp 300 ribu itu diberikan kepada Delis.

Pelaku pembunuhan Delis ternyata ayah kandungnya.
Pelaku pembunuhan Delis ternyata ayah kandungnya. (Tribun Jabar/Firman Suryaman)

Namun, Delis masih merengek minta Rp 400 ribu.

Tersangka kemudian mengajak korban ke rumah kosong, dan di situlah korban dicekik hingga meninggal," kata Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Anom Karibianto.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, BR harus dijerat UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 penjara dan ditambah 5 tahun karena statusnya sebagai ayah kandung.

Anom mengatakan pembunuhan tersebut bukan pembunuhan berencana.

"Sehingga kami menerapkan UU Perlindungan Anak. Tersangka marah dan kesal sehingga secara spontan mencekik leher putrinya sendiri," ujar Anom.


Kronologi Penemuan Mayat Delis

Warga Jalan Cilembang, Kota Tasikmalaya digegerkan dengan penemuan mayat perempuan ABG, Senin (27/1/2020) sore.

Diketahui, mayat tersebut adalah Desi Sulistina (13) atau biasa dipanggil Delis.

Ia ditemukan sudah terbujur kaku di gorong-gorong depan SMP Negeri 6.

Ironisnya, SMP Negeri 6 adalah tempat Delis bersekolah.

Ternyata, ABG yang tinggal di Kampung Sindanggalih, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi sudah hilang sejak Kamis (23/2/2020).

Konferensi pers pengungkapan kasus kematian Delis.
Konferensi pers pengungkapan kasus kematian Delis. (Tribun Jabar/Firman Suryaman)

Saat itu, ia pamit untuk berangkat sekolah. Namun, sejak saat itu ia tak pernah lagi pulang lagi ke rumah.

Penemuan mayat Delis bermula dari mampetnya saluran gorong-gorong di depan SMP Negeri 6.

Warga yang penasaran akan penyebab mampetnya gorong-gorong kemudian mencoba memeriksa.

Betapa terkejutnya mereka mendapati ada tubuh manusia.

"Saat gorong-gorong dibongkar polisi ternyata di dalamnya betul ada mayat perempuan. Masih remaja," ujar Asep (23), warga sekitar.

Saat itu juga, warga langsung melapor temuan tersebut ke kepolisian.

Tiba di lokasi, petugas langsung membongkar bagian atas gorong-gorong.

Mereka lalu membuat lubang berdiameter sekitar 60 cm.

Saat proses pengangkatan itu, warga mulai berdatangan.

Arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian pun langsung macet.

Akhirnya, polisi memasang police line.

Saat diangkat, korban masih mengenakan seragam pramuka dan sepatu basket khas sekolah.

Wati Candrawati (46), ibu kandung almarhumah Delis Sulistina (13), saat ditemui di rumahnya, Senin (3/2/2020) siang.
Wati Candrawati (46), ibu kandung almarhumah Delis Sulistina (13), saat ditemui di rumahnya, Senin (3/2/2020) siang. (Tribun Jabar/Firman Suryaman)

Tas sekolah yang berisi buku pelajaran juga masih menempel di belakang tubuh korban.

Wati Candrawati (46), ibu kandung korban menangis histeris melihat mayat dalam gorong-gorong yang ternyata adalah Delis.

Saat proses evakuasi, ia berada di lokasi didampingi sanak saudaranya.

Tentu saja, sejumlah keluarga mencoba menenangkan Wati.

Selama ini, Wati hanya hidup berdua bersama kedua anaknya.

Ia telah bercerai dengan suaminya.

Delis adalah sulung dari dua bersaudara.

Jasad Delis langsung dibawa ke RSU dr Soekardjo. Wati pun ikut serta. Disadur dari  (TribunJabar.id/Firman Suryaman)

Delis Sulistiana Tewas di Dalam Gorong - Gorong Siswi SMP B 6 Kota Tasikmalaya Pembunuhan Ayah Kandung


Related Post



Loading...