Advertisement

Tenggelam Saat Banjir, Remaja 19 Tahun yang Terseret Arus Kali Ciliwung Belum Ditemukan

Tenggelam Saat Banjir, Remaja 19 Tahun yang Terseret Arus Kali Ciliwung Belum Ditemukan
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA Kondisi Kali Ciliwung yang membentang di Kelurahan Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (24/2/2020). TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Editor: Malda Hot News —Kamis, 27 Februari 2020 11:18 WIB

Terasjabar.id - Remaja 19 tahun bernama Viki Maulana tenggelam saat banjir melanda Jakarta pada Selasa (25/2/2020).

Ia hanyut terseret arus saat berenang di aliran Kali Ciliwung, tepatnya di belakang Perumahan Kalibata Indah, Pancoran, Jakarta Selatan.

Kapolsek Pancoran Kompol J Soeprijanto mengatakan, hingga saat ini korban belum ditemukan.

"Tim Damkar sedang menyisir TKP, sampai sekarang belum ditemukan," kata Soeprijanto saat dikonfirmasi, Kamis (27/2/2020).

Sebelum berenang, korban tengah bermain game online bersama empat orang temannya.

Ia pun memberitahukan teman-temannya jika arus Kali Ciliwung sudah surut dan mengajak berenang.

"Sesampainya di bantaran Kali Ciliwung, korban tiba-tiba buka celana dan langsung terjun ke kali. Karena tidak bisa berenang dan arus cukup deras, akhirnya korban tenggelam," jelas Soeprijanto.

Teman-teman korban yang melihat peristiwa itu berteriak meminta pertolongan.

Pencarian Bocah Hanyut di Perumahan Pondok Maharta Pakai Jaring

Tim pencari dan penyelamat (SAR) yang terdiri dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tangerang Selatan (Tangsel), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Satpol PP Tangsel, terus mencari keberadaan Nazar (13).

Diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, dua bocah atas nama Desta (12) dan Nazar (13), hanyut terbawa arus saat banjir menerjang Perumahan Pondok Maharta, Pondok Aren, Tangsel pada Selasa (25/2/2020).

Desta sudah lebih dulu ditemukan tim SAR gabungan dengan cara memasang jaring di tengah aliran kali, di bilangan Jembatan Keramat, Kota Tangerang, Rabu (26/2/2020).

Komandan Rescue Satpol PP Tangsel, Baidawi, menjelaskan teknik pencairan yang dilakukan menggunakan jaring itu.

"Namanya Block out . Teknisnya memasang alat untuk membatasi pergerakan korban dan menjaga area supaya tetap steril. Kalau di sungai bisa dipasang perangkap atau jaring. Pertimbangannya, korban akan terus bergerak terbawa arus," ujar Baidawi kepada TribunJakarta.com melalui aplikasi pesan singkat.

Setelah area difokuskan Menggunakan jaring, pencarian dilakukan menggunakan perahu karet atau degan menelusuri bibir kali.

"Kirim tim bergerak melakukan penyisiran (detection mode) mencari di sepanjang aliran sungai, baik di aliran air (dengan perahu karet atau ban dalam mobil) atau kiri kanan bibir sungai berjalan kaki, dari mulai TKP sampai lokasi terakhir blok out (terpasang jaring. Harapannya, korban dapat ditemukan dan search area clear," paparnya.

Jika pencarian tak membuahkan hasil, area pencarian diperluas.

Baidawi sendiri mengatakan, Tim SAR gabungan sudah memperluas area pencarian untuk menemukan Nazar.

"Nazar masih kita lakukan pencarian. Pencarian hari ini kita lakukan dari titik diketemukan Desta, terus ke depan ke arah Ciledug, Tajur, penyisiran pinggiran sungai," paparnya.

Pencarian juga dilakukan dari arah titik penemuan Desta ke arah Perumahan Pondok Maharta.

"Satu lagi dari titik penemuan Desta ke arah TKP," jelasnya.

Bocah Hanyut di Kali Pondok Maharta Berhasil Ditemukan

Atun, menangis saat mengetahui anaknya hanyut di Kali Perumahan Pondok Maharta, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Selasa (25/2/2020).
Atun, menangis saat mengetahui anaknya hanyut di Kali Perumahan Pondok Maharta, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Selasa (25/2/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR)

Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan, berhasil menemukan jasad Desta (13), bocah yang hanyut di Kali Perumahan Pondok Maharta, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (25/2/2020) kemarin.

Desta ditemukan di wilayah Jembatan Keramat, Kota Tangerang, sesuai arah aliran kali dari Perumahan Pondok Maharta itu, Rabu (26/2/2020).

"Tadi pagi kita temukan satu, atas nama Desta. Kita pasang jaring, dia tersangkut. Titiknya itu di Jembatan Keramat, sudah masuk wilayah Tangerang," ujar Komandan Rescue Satpol PP Tangsel, Baidawi.

Sementara, satu korban hanyut lainnya, atas nama Nazar (12), masih belum diketemukan.

Tim SAR gabungan sedang mencari Nazar mengikuti aliran Kali sampai ke Ciledug.

"Nazar masih kita lakukan pencarian. Pencarian hari ini kit lakukan dari titik diketemukan Desta, terus ke depan ke arah Ciledug, Tajur, penyisiran pinggiran sungai," paparnya.

Pencarian juga dilakukan dari arah titik penemuan Desta ke arah Perumahan Pondok Maharta.

"Satu lagi dari titik penemuan Desta ke arah TKP," jelasnya.

Seperti diberitakan Tribun Jakarta.com sebelumnya, dua bocah itu hanyut saat Pondok Maharta diterjang banjir.

Mereka menyebur ke kali hendak mengambil sandal, dan akhirnya hanyut terbawa arus kali yang deras.

Atun Menangis Histeris

Atun berjalan terhuyung-huyung saat mendengar kabar anaknya, Desta (13), hanyut di kali Perumahan Pondok Maharta, Pondok Aren, Tangerang Selatan ( Tangsel), Selasa (25/2/2020).

Ia menuju kerumunan warga yang tengah berdiri di jembatan Pasar Tengah perumahan tersebut.

Atun bertanya kepada salah seorang warga, "Mana bocahnya, mana, mana," ujar Atun

Saat diberi tahu anaknya hanyut, Atun menangis kejar.

Kakinya langsung lemas dan tak kuasa berdiri. Berapa warga langsung menahannya tak sampai jatuh.

Atun sempat meronta-ronta saat ditenangkan ke pinggir jalan. Ia terus menangis tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

Tidak lama kemudian Atun dibawa aparat kepolisian untuk ditenangkan.

Sementara, Adi, paman dari Desta, terlihat memberikan keterangan kepada petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel.

"Iya itu Desta keponakan saya, benar," ujar Adi.

Adi meyakini bocah yang hanyut adalah keponakannya, dari ciri-ciri yang diceritakan temannya.

"Benar Desta keponakan, usianya 13 tahun," ujarnya.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, Desta tenggelam bersama temannya, Nazar (12).

Saat itu, mereka tengah menyebut ke kali untuk mengambil sandal yang hanyut, bersama dua anak lainnya, Agus dan Rian.

Karena arus kali yang deras, Desta dan Nazar tak bisa menyelamatkan diri. Sedangkan Agus dan Rian masih bisa naik ke tepian.

Saat ini BPBD bersama instansi terkait, tengah mencari keberadaan dua bocah itu.

Sejak hanyut pada sekira pukul 13.00 WIB, sampai saat ini, pukul 16.30 WIB, keberadaan keduanya belum ditemukan.

2 Bocah Hanyut Setelah Banjir Terjang Perumahan Maharta Tangsel

Dua bocah hanyut setelah banjir menerjang Perumahan Pondok Maharta, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel).

Bocah hanyut di kali yang membelah perumahan tersebut, Selasa (25/2/2020).

Fauzan, saksi kejadian itu, mengatakan awalnya sekira pukul 13.00 WIB empat orang berenang di kali tersebut.

Kali di Perumahan Pondok Maharta, Pondok Aren, Tangerang Selatan, lokasi dua bocah hanyut pada Selasa (25/2/2020).
Kali di Perumahan Pondok Maharta, Pondok Aren, Tangerang Selatan, lokasi dua bocah hanyut pada Selasa (25/2/2020). (Tribunjakarta.com/Jaisy Rahman Tohir)

Mereka adalah Agus, Rian, Nazar san Desta.

Kondisi air sedang deras, alhasil keempat bocah terbawa arus.

Namun dua anak, Agus dan Rian berhasil menyelamatkan diri.

Sedangkan dua anak lainnya, Nazar dan Desta, hanyut terbawa air.

"Dua orang hanyut, dia mau ngambil sendal, satu turun semua turun," ujar Fauzan.

Desta diketahui berusia 12 tahun, dan beralamat di RT3 RW 3, Pondok Kacang Timur, Pondok Aren.

"Iya itu Desta keponakan saya," ujar Adi, paman Desta yang menyambi Perumahan Pondok Maharta.

Kali di Perumahan Pondok Maharta, Pondok Aren, Tangerang Selatan, lokasi dua bocah hanyut pada Selasa (25/2/2020).
Kali di Perumahan Pondok Maharta, Pondok Aren, Tangerang Selatan, lokasi dua bocah hanyut pada Selasa (25/2/2020). (Tribunjakarta.com/Jaisy Rahman Tohir)

Ibunda Desta, Atun, menangis histeris saat tahu anaknya hanyut.

Ia sampai tak kuat berdiri sambil menjerit menumpahkan air mata.

Sedangkan identitas lengkap Nazar belum diketahui.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), baru mengetahui kejadian setelah warga ramai mengerubungi sekitar kali.

Mereka baru menggali informasi, terkait hanyutnya dua bocah tersebut, dan berkoordinasi dengan pihak terkait.(Tribunjakarta.com)




Kali Ciliwung Banjir Jakarta Berenang Kalibata


Related Post



Loading...