Advertisement

PM Mahathir Turut Mundur dari Partai Pendukung Koalisi

PM Mahathir Turut Mundur dari Partai Pendukung Koalisi
Sosok.id
Editor: Malda Hot News —Senin, 24 Februari 2020 15:48 WIB

Terasjabar.id -- Perdana Menteri MalaysiaMahathir Mohamad, dilaporkan juga memutuskan mengundurkan diri dari jabatan pengurus pusat Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM). Pernyataan itu disampaikan melalui akun Twitter, @chedetofficial, selang beberapa saat setelah dia menyatakan mengirimkan surat pengunduran diri kepada Raja Malaysia, Yang DiPertuan Agung Abdullah.

"Tun Dr. Mahathir bin Mohamad telah menghantar (mengirimkan) surat peletakan jawatan (pengunduran diri) sebagai Pengerusi (pengurus) Parti (partai) Pribumi Bersatu Malaysia (BERSATU)," seperti dikutip CNNIndonesia.com dari akun @chedetofficial, Senin (24/2).

Dr Mahathir Mohamad @chedetofficial

Kenyataan Media : Peletakan Jawatan sebagai Pengerusi Bersatu

Lihat gambar di Twitter
6.485 orang memperbincangkan tentang ini





Keluar dari Koalisi

Presiden PPBM, Tan Sri Muhyiddin Yassin, menyatakan partainya memutuskan keluar dari koalisi Pakatan Harapan yang saat ini berkuasa. Menurut dia keputusan itu diambil setelah mereka menggelar rapat di kantor dewan pimpinan pusat mereka pada Minggu (23/2).

"Para pimpinan PPBM memutuskan untuk keluar dari Pakatan Harapan melalui rapat khusus pada 23 Februari 2020," tulis Muhyiddin melalui unggahan di Facebook.

"Seluruh anggota PPBM di parlemen juga keluar dari Pakatan Harapan. Mereka akan menandatangani deklarasi untuk tetap terus mendukung Tun Dr Mahathir Mohamad sebagai PM Malaysia," lanjut Muhyiddin.

Hal ini membuat nasib koalisi Pakatan Harapan terancam bubar.

Langkah PPBM juga bisa membuat pemerintahan saat ini kekurangan dukungan dari parlemen. Sebab menurut konstitusi, pemerintah harus didukung oleh 112 anggota parlemen untuk bisa berjalan.


Koalisi Pakatan Harapan dan Partai Warisan meraih mayoritas parlemen pada 2018 dengan 121 kursi. Mereka juga merekrut sejumlah politikus oposisi, terutama dari UMNO, sehingga mencapai 139 kursi.

Dengan keputusan PPBM keluar dari persekutuan, maka koalisi Pakatan Harapan kini hanya ditopang 104 kursi dari PKR, Partai Aksi Demokratis (DAP), dan Partai Amanah.

Keretakan di dalam tubuh Pakatan Harapan dan partai utama koalisi tersebut, PKR, nampaknya tidak terelakkan. Anwar sebagai ketua PKR berseteru dengan mantan wakilnya, Muhammad Azmin Ali.

Azmin dilaporkan bertemu dengan sejumlah petinggi PAS dan UMNO pada Minggu kemarin. Pertemuan itu diduga bagian dari rencana untuk memuluskan gagasan Mahathir merombak koalisi dengan merekrut kelompok oposisi.

PKR menyatakan mereka memutuskan memecat Azmin Ali yang menjabat Menteri Koordinator Perekonomian dan Zuraida Kamaruddin, yang merupakan Menteri Pemerintahan Daerah dan Perumahan. Keduanya dianggap membelot dari partai dan dituduh hendak melakukan 'kudeta' politik terhadap koalisi Pakatan Harapan

Pergolakan politik di Negeri Jiran meski Najib Razak tumbang dan Mahathir kembali berkuasa. Masalah yang selalu diangkat adalah soal kebijakan kabinet, lambatnya pertumbuhan ekonomi dan janji Mahathir untuk yang tidak akan menyelesaikan masa jabatannya, dan menyerahkannya kepada Anwar.

Masalah itu juga membuat koalisi Pakatan Harapan retak. Imbasnya adalah mereka kalah dari pihak oposisi dalam sejumlah pemilihan umum daerah yang dianggap sebagai lumbung suara. Hal ini membuat langkah mereka menuju pemilu pada 2023 mendatang dikhawatirkan semakin berat. (ayp/ayp/CNNIndonesia)

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad Pengunduran Diri Anwar Ibrahim Partai Koalisi


Related Post



Loading...