Advertisement

Hasil Masterchef Pada 22 Februari, Satu Peserta Masterchef Indonesia Harus Tereliminasi Pada Top 6, Berikut yang Lolos Ke Top 5

Hasil Masterchef Pada 22 Februari, Satu Peserta Masterchef Indonesia Harus Tereliminasi Pada Top 6, Berikut yang Lolos Ke Top 5
(Tribunnews.com : Google)
Editor: Epenz Teras Seleb —Minggu, 23 Februari 2020 07:58 WIB

Terasjabar.id - Satu peserta MasterChef Indonesia tereliminasi di episode 22 Februari 2020.

Dia adalah Christo. Sebelumnya tiga peserta MasterChef Indonesia, Christo, Vanty, dan Sisca masuk babak pressure test.

Di babak pressure test itu, mereka mendapat tantangan bahan daun kelor.

Pressure test kali ini menarik, sebab sejoli harus saling bertarung untuk masuk posisi aman.

Ya, Christo dan Sisca pertama kalinya masuk pressure test barsama.

Vanty yang pertama diumumkan aman dan dipersilahkan bergabung dnegen peserta MasterChef Indonesia lainnya.

Sedangkan Sisca dan Christo diadu dan diberondong dengan pertanyaan yang sulit dijawab.

Namun, Sisca dinyatakan aman dan Christo harus pulang.

Tantangan Pressure Test

Masing-masing peserta tidak bisa mengeksekusi daun kelor dengan baik.

Hidangan Christo, Vanty, dan Sisca masih belum sempurna menonjolkan daun kelor yang seharusnya dijadikan bahan utama memasak.

Vanty membuat nasi ayam bumbu kuning, telor dadar dan kelor, dan sambal.

Nasi yang dibuat Vanty memang enak namun daun kelor dalam hidangannya tidak terlalu terasa.

Bahkan rasa sambal yang dihidangkan Vanty justru manis.

Rasa manis di sambal itu nyaris menutupi rasa daun kelor.

Vanty, peserta MasterChef Indonesia
Vanty, peserta MasterChef Indonesia (Tangkapan Layar RCTI Live)

Chef Renatta pun menyinggung usaha Vanty yang minim karena hanya memasak masakan yang sederhana untuk ukuran enam besar.

Namun, Vanty masih dinyatakan aman dan dapat melanjutkan ke babak berikutnya.

Masakan Christo dan Sisca juga dinilai kurang baik oleh Chef Renatta, Chef Juna, dan Chef Arnold.

Konsep hidangan yang disajikan Christo membingungkan.

Ia memasak mie ayam rica-rica daun kelor.

Daun kelor dalam masakan Christo tidak terasa karena tertutupi rasa rica-rica yang kuat.

Terlebih Christo menyajikan sambal hijau yang juga diberi daun kelor.

Chef Arnold mempertanyakan sambal hijau tersebut karena hidangan sudah terasa pedas dari rica-rica.

"Ibarat makan telur balado tapi pakai sambal terasi," kata Chef Arnold.

Chef Juna merasa Christo terlalu banyak berpikir sehingga membuat konsep masakan yang berbenturan.

Padahal Chef Renatta memuji rasa mie Christo yang enak namun kurang terasa daun kelornya.

Kekasih Christo, Sisca juga mendapat kritik.

Ia menyajikan ayam goreng tumis daun kelor campur daun gingseng dan sambal petai.

Sisca menambahkan daun kelor juga di nasi yang ia sajikan.

Sayangnya sambal petai Sisca terlalu asin hingga menutupi rasa komponen masakan lainnya.

Chef Juna memuji nasi daun kelor yang dibuat Sisca.

Nasi tersebut enak, aromatik, dan memiliki cita rasa daun kelor.

MasterChef Indonesia Season 6
MasterChef Indonesia Season 6 (Instagram/@masterchefina)

Meski begitu Chef Juna menyayangkan tumisan yang dibuat Sisca.

"Daunya kelor di tumis seharusnya lebih banyak lagi walaupun memang harus digabung sama daun lain (ginsneg)."

Chef Renatta mengkritik pemilihan bagian ayam yang digunakan.

Seharusnya, kata Chef Renatta, Sisca menggunakan paha ayam bukan dada ayam.

Sebab dada ayam akan lebih kering bila digoreng.

Selama memasak, Sisca mengalami kendala.

Saat akan menambahkan jeruk nipis di masakannya, ia tak sengaja mengiris jarinya hingga berdarah.

Sisca bergegas mencuci bagian jarinya yang teriris itu dan menutupnya dengan tisu.

Tim MasterChef Indonesia langsung sigap dan mengobati luka tersebut namun jari Sisca masih pendarahan.

Ia berupaya menutupnya dengan tisu.

Saat menyajikan masakan, jari Sisca sudah diobati. Disadur dari Tribunjabar.id

Masterchef Indonesia RCTI Memasak Top 6 Christo


Related Post



Loading...