Advertisement

BEGINI Detik-detik Ratusan Siswa SMP Tersapu Arus Sungai Sempor Sleman, Hujan Gerimis, Air Tiba-tiba Datang

BEGINI Detik-detik Ratusan Siswa SMP Tersapu Arus Sungai Sempor Sleman, Hujan Gerimis, Air Tiba-tiba Datang
AntaraNews
Editor: Malda Berita Viral —Sabtu, 22 Februari 2020 08:42 WIB

Terasjabar.id - Kemarin, Jumat (21/2/2020), ratusan siswa SMP Negeri 1 Turi Sleman, Yogyakarta, hanyut saat susur sungai di Sungai Sempor, Sleman, DIY.

Hingga Sabtu pagi (22/2/2020), dilaporkan, 6 orang meninggal dunia dan 4 siswa masih hilang akibat terseret arus Sungai Sempor.

Ahmad Bakir masih begitu jelas mengingat detik-detik banjir bandang di Sungai Sempor yang menelan rekan-rekannya saat mengikuti kegiatan susur sungai.

Ahmad Bakir merupakan satu di antara siswa SMP Negeri 1 Turi Sleman yang mengikuti kegiatan susur sungai di Sungai Sempor.

Semula, ia dan teman-temannya berangkat dari sekolah menuju Sungai Sempor sekitar pukul 15.00 WIB.

Saat berangkat, cuaca sedang hujan deras namun ketika tiba di Sungai Sempor, hujan mulai reda.

"Kegiatannya itu susur sungai. Saat reda kita turun ke sungai," katanya. Awalnya, Bakir saat mulai susur sungai berada di paling belakang. Namun perlahan mendahului hingga berada di depan.

Menurutnya, kedalaman air saat susur sungai bervariasi, mulai 50 sentimeter hingga satu meter. Setelah beberapa saat menyusuri Sungai Sempor, mulai turun hujan gerimis.

"Nggak terasa, tiba-tiba air datang," ucapnya. Bakir menuturkan, saat banjir datang, kebetulan ia sudah berada di atas bibir sungai bersama temannya Danu Wahyu.

"Kalau yang hanyut saya tidak tahu tapi ada yang tenggelam sempat ditolong teman saya (Danu)," bebernya.

Mengetahui kejadian itu, Bakir pun lantas berteriak agar teman-temannya tetap berpegangan yang erat pada sebuah kayu. Selain itu, ia juga meminta teman-temannya tidak panik.

"Yang di tengah itu panik, terus saya teriak agar jangan panik. Kalau panik kan makin susah," ungkapnya.

Bakir yang berada di atas serentak berusaha membantu teman-temanya. Ia mencari benda yang ada di bibir sungai untuk dipergunakan menolong.

"Saya langsung cari akar yang panjang, lalu saya lempar ke teman yang di tengah. Satu-satu tarik ke pinggir, ada enam yang tadi saya tarik," katanya.

Bakir mengungkapkan, saat kegiatan susur sungai ada pembina pramuka yang mendampingi. Posisinya berada di belakang dan tengah.

Sementara itu, Danu Wahyu, siswa kelas 8 menuturkan, saat kejadian posisinya berada di bibir sungai.

"Saya kan naik ke permukaan. Jadi posisi saya tidak di dalam sungai saat kejadian," ungkapnya.

Saat banjir bandang datang, lanjutnya, sempat melihat beberapa temannya tenggelam. Melihat hal itu, Danu sepontan langsung melompat ke dalam sungai.

"Lihat ada yang tenggelam terguling-guling, saya langsung lompat berenang. Saya tarik dua yang perempuan ke pinggir, sama satu yang (pegangan) batu di tengah (sungai)," ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, enam orang siswa meninggal dunia dan empat masih dalam pencarian setelah terseret arus sungai Sempor, Dusun Dukuh, Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman.

Para siswa ini hanyut saat mengikuti kegiatan Pramuka susur sungai.

Update yang diterima Tribunnews hingga pukul 19.00 WIB, 239 dari 250 murid yang mengikuti susur sungai dilaporkan selamat.(Tribunjabar.id)



Smpn Turi 1 Kegiatan Pramuka Arus Sungai Lembah Sempor Kabupaten Sleman Sungai Sempor


Related Post



Loading...