Advertisement

INI Sosok Idiyanto, Guru SMAN 12 Bekasi yang Pukul Siswanya: Disayang Sejumlah Murid, Kini Diberhentikan

INI Sosok Idiyanto, Guru SMAN 12 Bekasi yang Pukul Siswanya: Disayang Sejumlah Murid, Kini Diberhentikan
Tribunjabar.id
Editor: Malda Berita Viral —Sabtu, 15 Februari 2020 15:19 WIB

Terasjabar.id - Nasib Idiyanto, guru SMAN 12 Bekasi yang viral karena pukul siswanya sudah diputuskan.

Pak Idi, begitu sapaan akrabnya, kini sudah diberhentikan atau dinonaktfikan.

Informasi ini juga dikabarkan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil melalui akun Instagram-nya @ridwankamil.

"Guru pemukul siswa di Bekasi sudah diberhentikan dan dinonaktifkan. Apapun alasannya, kekerasan di sekolah oleh pihak manapun, baik guru atau siswa maupun orangtua siswa, tidak bisa dibenarkan," tulis akun Instagram pria yang akrab disapa Kang Emil itu.

Lebih lanjut Ridwan Kamil menulis, ia melihat guru sebagai orang tua pengganti ayah dan ibunya di sekolah.

Jadi, kata dia, sudah seharusnya siswa dididik melalui cara yang lebih kreatif ketimbang melalui kekerasan fisik.

"Guru harus memiliki ruang kesabaran yang lebih luas. Karena siswa didik berbeda-beda karakter dan daya tangkap intelektualitasnya," tulis Emil.

Mantan Wali Kota Bandung itu juga mengingatkan agar para siswa jangan nakal dan melanggar aturan.

Tak hanya itu, Ridwan Kamil juga menitipkan pesan agar para siswa bisa menghormati para guru.

Pasalnya, guru memang sudah banyak berkorban untuk kemajuan pendidikan dan kecerdasan para siswa semua.

"Semoga menjadi hikmah bagi kita semua untuk menjadikan pendidikan di sekolah sebagai tempat yang aman, nyaman dan menyenangkan. Hatur Nuhun," tulisnya.

Postingan Ridwan Kamil soal guru SMAN 12 Bekasi yang pukul siswanya.
Postingan Ridwan Kamil soal guru SMAN 12 Bekasi yang pukul siswanya. (Instagram @ridwankamil)

Sebelumnya, beberapa 'ganjaran' juga sudah diterima Idiyanto.

Ia sudah terlebih dahulu dicopot dari jabatannya sebagai wakil kepala sekolah bidang kesiswaan SMAN 12 Bekasi.

Ancaman mutasi juga sempat mencuat setelah viral video pemukulan yang dilakukan oleh Idiyanto.

Hal itu sempat disampaikan oleh Ketua Dewan Pendidikan Kota Bekasi, Ali Fauzi.

"Itu (mutasi) sudah kita sampaikan, itu jadi kewenangan pihak provinsi tapi kami sudah sampaikan juga kepada pihak sekolah, pak Wali Kota, karena ini menyangkut masalah ketenangan," kata Ketua Dewan Pendidikan Kota Bekasi Ali Fauzi.

Disayang Sejumlah Murid

Sementara itu, meski sudah melakukan perbuatan tak terpuji, Idiyanto tetap disayang sejumlah murid.

Beberapa siswa bahkan membawa spanduk bertuliskan pembelaan untuk Idiyanto atau Pak Idi saat acara peringatan hari jadi sekolah yang berlangsung pada Kamis (13/2/2020).

Berdasarkan pantauan TribunJakarta.com, terlihat dalam spanduk ada tulisan "Pak Idi tak bersalah".

Tak hanya itu, sejumlah siswa juga menangis haru.

Beberapa siswa beralasan Idiyanto adalah orang baik.

Idiyanto, seorang guru di SMA Negeri 12 Kota Bekasi mendadak jadi sorotan. Video yang memperlihatkan dirinya sedang memukul sejumlah siswa beredar luas di media sosial.
Idiyanto, seorang guru di SMA Negeri 12 Kota Bekasi mendadak jadi sorotan. Video yang memperlihatkan dirinya sedang memukul sejumlah siswa beredar luas di media sosial. (Istimewa dan TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

"Kalau orang jahat enggak mungkin ditangisin, pak Idi orang baik kita enggak mau dia keluar (dimutasi)," ujar seorang siswa yang namanya enggan disebut.

Selama ini, diakuinya, Idi memang konsen dalam mendidik kedisiplinan siswa.

Dia memang dikenal tegas dan punya karisma ketika memberikan pembelajaran materi di dalam kelas.

"Itu karena kesalahan kita sendiri, kita sudah dikasih toleransi sebenarnya tapi kami tidak datang lebih awal, dia hanya ingin tertib. Kami berharap pak Idi masih tetap di sini, ngajar di sini," ujarnya.

Di situs change.org juga muncul petisi berjudul "Jangan Mutasi Pak Idianto".

Petisi itu dibuat oleh pengguna bernama Aryaguna Kusuma Putra.

Pengguna itu menulis, Idiyanto adalah sosok yang berbeda dari guru kebanyakan.

"Walaupun cara-caranya dianggap sebagai kekerasan, tetapi beliau punya integritas yang tinggi, bersih, serta mempunyai pengetahuan yang luas. Sudah kurang lebih 2 tahun saya diajarnya, dan saya selalu menemukan pengetahuan baru ketika saya diajar oleh beliau," tulisnya.

Aryaguna juga meminta agar Idiyanto tak dipindahkan.

Pasalnya, semenjak menjabat sebagai wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, Idiyanto telah mengubah sekolah tersebut.

"Ketika beliau menjadi kesiswaan, seolah sekolah berubah 180°, aturan-aturan kembali ditegakkan, bahkan dengan cara paksaan. Pungli-pungli juga mulai diberantas habis, dan itu bisa terjadi karena jasa-jasa beliau," tulisnya.

Siswa-siswi minta Idiyanto, guru yang pukul murid di SMAN 12 Bekasi, tetap mengajar, Kamis (13/2/2020).
Siswa-siswi minta Idiyanto, guru yang pukul murid di SMAN 12 Bekasi, tetap mengajar, Kamis (13/2/2020). (KOMPAS. COM/CYNTHIA LOVA)

Sementara itu, Idiyanto enggan berkomentar terkait sorotan yang kini ditujukan kepada dirinya.

Saat berjalan ke arah pintu keluar sekolah saat jam makan siang, Kamis, ia lebih memilih diam.

Ia tampak memakai kemeja batik dan memegang tas berwarna hitam.

Saat terus ditanya, Idiyanto hanya menjawab ia akan pergi makan.

"Saya mau makan, saya mau makan," ujarnya seraya berjalan.

Kendati demikian, saat terus dikejar untuk dimintai keterangan, ia justru berbalik arah.

Idiyanto malah kembali masuk ke dalam ruangan sekolah.(Tribunjabar.id)




Bekasi Pemukulan Wakepsek Bekasi Barat SMA Negeri Kekerasan Ridwan Kamil


Related Post



Loading...