Advertisement

Polisi Mengatakan Klinik Aborsi Ilegal di Jakarta Pusat Memasarka Bisnisnya Lewat Website

Polisi Mengatakan Klinik Aborsi Ilegal di Jakarta Pusat Memasarka Bisnisnya Lewat Website
(Medcom.id : Google)
Editor: Epenz Hot News —Jumat, 14 Februari 2020 17:25 WIB

Terasjabar.id - Polisi mengatakan klinik aborsi ilegal di Jakarta Pusat (Jakpus) memasarkan bisnisnya lewat website. Admin website itu adalah RM, bidan yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

"(Pengungkapan kasus, red) berdasarkan informasi masyarakat, kemudian kita selidiki karena ada informasi, ada promosi di website. RM itu kan mempromosikan melalui website yang ada, kemudian ada kartu nama," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

Saat polisi melakukan penggeledahan, lanjut Yusri, ditemukan dua janin korban aborsi. Usia janin itu diperkirakan 6 bulan.
Hal itu disampaikan dia kepada wartawan di lokasi kejadian, Senen, Jakpus, Jumat (14/2/2020). Berbekal petunjuk itu, polisi melakukan penyelidikan dan akhirnya membuktikan adanya tindak pidana aborsi pada Selasa (11/2) siang.

"Saat itu memang sedang ada praktik aborsi, kami amankan tiga tersangka, ada saksi juga," ucap Yusri.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan tiga tersangka yaitu MM alias dokter A, RM sebagai bidan, dan SI.


"Terakhir barang bukti kami temukan janin umur 6 bulan, dua orang, janin kita temukan saat itu," sambungnya.
Sebelumnya Yusri menyampaikan klinik ini telah melakukan aborsi terhadap 903 bayi sejak 2018. Selain itu, keuntungan yang diraup dari bisnis ini mencapai angka Rp 5,5 miliar.

"Saya sudah sampaikan 1.632 orang pernah ditangani di sini, dengan 903 dia aborsi selama 21 bulan sejak 2018 sampai sekarang ini. Total dia terima hasil pemeriksaan kita Rp 5,5 miliar lebih," terang Yusri hari ini. Disadur dari Detik.com

Klinik Aborsi Jakarta Pusat Memasarkan Bisnisnya Lewat Website


Related Post



Loading...