Advertisement

Pengakuan Siswa yang Dipukul Guru SMA 12 Bekasi, Guru Dikenal Temperamental & Dicopot dari Jabatan

Pengakuan Siswa yang Dipukul Guru SMA 12 Bekasi, Guru Dikenal Temperamental & Dicopot dari Jabatan
Tangkapan layar Facebook Kartolo Wijanarko
Editor: Malda Hot News —Kamis, 13 Februari 2020 12:47 WIB

Terasjabar.id - Video kekerasan yang dilakukan seorang guru kepada murid viral di media sosial.

Di Facebook, video tersebut diunggah oleh Kartolo Wijonarko. Video itu juga diunggah di Twitter oleh akun @Namaku_Mei.

Dalam video itu, sejumlah laki-laki mengenakan baju putih abu-abu tengah berjongkok di sebuah tempat seperti lapangan.

Di sisi berlawanan, ada sejumlah perempuan yang mengenakan kerudung tengah berdiri.

Di antara mereka ada pria yang tidak mengenakan seragam putih abu-abu dan seorang siswa laki-laki

Keduanya berdiri berhadapan.

Pria yang tak mengenakan seragam itu berkali-kali memukul area kepala siswa di hadapannya.

Tak hanya memukul, pria itu juga meneriakkan kata-kata yang tidak begitu terdengar.

Ada seseorang yang menghampiri mereka dan berdiri di tengah.

Orang tersebut terlihat mencoba melerai meski pria itu tetap memukul.

Belakangan diketahui, kejadian tersebut terjadi di SMA 12 Bekasi pada Selasa (11/2/2020).

Melansir dari Warta Kota, salah satu siswa yang dipukuli adalah RF (17).

guru SMA 12 Bekasi lakukan kekerasan terhadap siswa
guru SMA 12 Bekasi lakukan kekerasan terhadap siswa (Istimewa)

Ia dipukuli guru sekolahnya karena tidak mengenakan ikat pinggang.

Andika, (28) kerabat korban mengungkapkan peristiwa itu terjadi pada Selasa (11/2/2020) kemarin.

RF menceritakan kepada dirinya dipukuli gurunya karena tak menggunakan ikat pinggang.

Pemukulan itu dilakukan di hadapan seluruh siswa yang telat maupun tak memakai atribut lainnya di halaman sekolah.

“Keponakan saya dan rekan-rekannya disuruh berbaris di halaman sekolah, ada beberapa yang sampai dipukuli," jelas dia.

Andika mengungkapkan pengakuan RF, dia dipukul berkali-kali di bagian tengkuk dan kepala.

Selain RF, ada empat rekan lainnya mendapatkan perlakukan hal serupa.

"Itu ada puluhan di tengah lapangan, yang dipukul itu lima sisanya siswa yang lain mendapat hukuman hanya dijemur," ungkap dia.

Kondisi RF juga mengalami sakit dibagian tengkuk dan memar seperti dipukuli.

"Sebelum viral itu sempat ngadu ke saya, nah pas lihat video viral itu saya kaget juga dipukulin sampai begitu bangat," imbuh dia.

Atas kejadian ini, pihak keluarga berencana melaporkan ke Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi maupun pihak kepolisian.

"Saya berharap ada tindakan lebih lanjut untuk menyelesaikan kekerasan ini," papar dia.

Polres Bekasi turun tangan atas kasus dugaan kekerasan terhadap siswa itu.

Kassubag Humas Polres Bekasi Kompol Erna Ruswing mengatakan pihaknya masih terus memantau dan mengawasi kasus tersebut.

Sementara itu, pihak sekolah bersama dengan kepolisian juga tengah mencari tahu siapa yang merekam peristiwa pemukulan siswa itu.

"Yang sedang diselidiki itu siapa yang mengunggah dan membuat video viral itu diselidiki sekarang, yang pertama kali membuat video itu saat kejadian, dari pihak sekolah juga lagi dicari," ujar Erna saat dihubungi, Kamis (12/2/2020), dikutip dari Kompas.com.

"Tidak ada laporan, kita hanya mau tahu siapa sih yang menyebarkan video itu. Kita lihat nanti sampai sejauh mana karena kalau menyebarkan berita-berita yang membuat resah masyarakat itu ada Undang-undangnya," ucap dia.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Irna Tiqoh (kanan) dan Tri Wahyuni, Staf Humas SMAN 12 (kiri), Selasa (12/2/2020).
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Irna Tiqoh (kanan) dan Tri Wahyuni, Staf Humas SMAN 12 (kiri), Selasa (12/2/2020). (KOMPAS. COM/CYNTHIA LOVA)

Penjelasan Pihak Sekolah

Melansir dari Kompas.com, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 12 Irna Tiqoh mengatakan kejadian tersebut berawal saat 172 murid terlambat ke sekolah.

Hari itu, jumlah siswa yang datang telat lebih banyak dari yang biasanya hanya 20 murid.

Banyaknya murid yang terlambat itu lantaran pintu masuk yang biasanya lewat gerbang belakang tidak dibuka lagi.

Murid-murid pun harus putar lebih jauh untuk sampai ke gerbang depan sekolah.

Irna mengatakan ada dua siswa yang dipukul.

Mereka yang dipukul itu memang sering terlambat. Orangtua mereka sudah sempat dipanggil ke sekolah.
"Kebetulan itu memang anak-anak yang suka melakukan pelanggaran di sekolah ini. Ada dua orang yang seharusnya memang orangtuanya sudah dipanggil karena mereka bermasalah," kata dia.

Setelah memukul, guru sekaligus wakil kepala sekolah bidang kesiswaan berinisial I itu langsung meminta maaf di hadapan muridnya.

Beredar video viral seorang guru SMA di Bekasi, Jawa Barat, diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap siswa. Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Irna Tiqoh saat dikonfirmasi. (FOTO: TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar dan Istimewa via Wartakotalive.com)
Beredar video viral seorang guru SMA di Bekasi, Jawa Barat, diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap siswa. Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Irna Tiqoh saat dikonfirmasi. (FOTO: TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar dan Istimewa via Wartakotalive.com) (Kolase Tribun Jabar)

Meski telah meminta maaf, I kemudian dicopot dari jabatan wakil kepala sekolah. Sanksi itu diberikan Dinas Pendidikan Jawa Barat.

"Beliau sudah dinonaktifkan... sudah ada SK dari Jawa Barat. Kan dia tugasnya sebagai wakil kesiswaan," ucap Irna.

Belakangan terungkap, I memang temperamental.

Meski temperamental, kata Irna, I sosok yang sangat disiplin. Karena itulah dia diberi tugas menangani kesiswaan.

I juga dinilai pintar dalam memberi materi pelajaran.

"Beliau itu bagus orangnya, sangat pandai dan beliau termasuk penulis buku, terutama di bidang beliau, yaitu geografi dan sosiologi," kata Irna.

(Tribunjabar.id)

SMAN 12 Bekasi Telat Guru Jabatan Penganiayaan Siswa


Related Post



Loading...